Manado, Infosulut.id – Kesejahteraan tenaga pendidik dan masalah kekurangan guru di berbagai daerah kembali bergema di Rapat Pembahasan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2026 bersama Badan Anggaran DPRD. Persoalan ini menjadi salah satu poin krusial yang dibawa oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, Priscilla Cindy Wurangian.
Berbicara dalam rapat di gedung paripurna DPRD Sulut itu, Selasa (1/9/2026), Cindy membeberkan berbagai keluhan yang diserap Komisi IV DPRD Sulut saat melakukan kunjungan lapangan ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah.
Cindy mengungkapkan, penundaan pembayaran tunjangan sertifikasi guru yang mulai dirasakan sejak Juli hingga Agustus 2026 harus segera diselesaikan. Ia memahami kehati-hatian kepala dinas yang baru dalam meneliti administrasi, namun meminta agar proses tersebut tidak memakan waktu lama mengingat para guru sangat menantikannya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti ironi rendahnya penghasilan guru honorer yang berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1 juta per bulan. Menurutnya, besaran insentif tersebut tidak sejalan dengan misi prioritas pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Tidak akan berkembang kalau tenaga pendidik kita hanya dihargai seperti itu,” tegas Cindy.
Selain masalah insentif, persoalan krusial di lapangan adalah ketimpangan penempatan tenaga pengajar. Cindy mencontohkan kasus nyata di mana sekolah-sekolah mengalami kekurangan guru mata pelajaran spesifik, seperti guru kimia.
Ironisnya, ada sekolah yang sebenarnya memiliki figur pengajar kimia di tempat, namun status administrasinya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tercatat sebagai tenaga kependidikan biasa. Kondisi ini berdampak langsung pada perbedaan besaran honor yang diterima.
Melalui catatan tersebut, DPRD Sulut berharap TAPD dan instansi teknis terkait dapat segera merumuskan solusi konkret untuk menuntaskan karut-marut administrasi maupun kesejahteraan guru demi kemajuan pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
Penulis : Candle Heiner Rogaga.
