Soroti Kontradiksi Target PAD Sulut, Cindy Wurangian Pertanyakan Ukuran Keberhasilan TAPD

oleh -60 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Cindy Wurangian, mengkritisi adanya kontradiksi tajam dalam laporan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipaparkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut.

Kritik tersebut dilayangkan Cindy dalam rapat Banggar yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (7/7/2026). Ia menilai ada ketidakselarasan antara klaim pertumbuhan ekonomi dengan realisasi target di lapangan.

Menurut Cindy, Ketua TAPD Sulut, Tahlis Galang, sebelumnya menyampaikan bahwa PAD Sulut mengalami pertumbuhan sebesar 8,9 persen secara year on year (yoy). Namun ironisnya, target PAD tahun 2025 yang saat ini sedang dibahas justru dilaporkan tidak tercapai.

“PAD yang telah disampaikan secara sekilas oleh Ketua TAPD Sulut tumbuh 8,9 persen year on year. Tetapi, pada tahun 2025 yang menjadi pembahasan saat ini justru tidak tercapai. Di situlah letak kontradiksinya,” tegas Cindy.

Politisi Sulut ini pun mempertanyakan parameter yang digunakan pemerintah daerah dalam mengukur sebuah keberhasilan kinerja keuangan.

“Saya ingin bertanya, di mana sebenarnya ukuran keberhasilan itu? Apakah dilihat dari perbandingan dengan tahun lalu karena tumbuh, atau justru dari capaian target tahun 2025 yang sedang dibahas saat ini?” ujarnya.

Lebih lanjut, Cindy juga mendesak TAPD untuk mengevaluasi apakah target PAD yang dipasang selama ini terlalu tinggi (tidak realistis), ataukah instrumen pemerintah daerah yang belum maksimal dalam mengoptimalkan pemungutan PAD di lapangan.

Sayangnya, hujan instruksi dan pertanyaan kritis yang dilayangkan Cindy belum sempat dijawab oleh Ketua TAPD Sulut, Tahlis Galang. Rapat yang mulai menghangat tersebut terpaksa ditunda atas usulan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, lantaran jajaran TAPD harus menghadiri agenda krusial lainnya yang terjadwal di waktu bersamaan.

Tahlis Galang menjelaskan bahwa pada pukul 14.00 WITA, seluruh tim TAPD dijadwalkan menghadiri rapat kerja bersama Gubernur Sulut yang diperkirakan berlangsung hingga malam hari.

“Kalau bisa, kiranya rapat ini dapat diskorsing,” pinta Tahlis di hadapan forum.

Kendati rapat harus ditunda, anggota Banggar lainnya, Amir Liputo, sempat mengintervensi dengan meminta TAPD menyerahkan delapan jenis dokumen capaian kinerja Pemerintah Provinsi Sulut kepada Banggar sebagai bahan evaluasi lanjutan. Permintaan tersebut langsung direspons positif oleh Tahlis yang menyatakan kesiapannya untuk melengkapi data tersebut sebelum rapat berikutnya digelar.

(CR).