Guru di SMKN 3 Tahuna, SMKN 1 Tabut dan SMKN 1 Tabteng Terima Sosialisasi Penerapan Kurikulum Prototipe

oleh -423 views

Sangihe, Infosulut.id – SMK Negeri 3 Tahuna Tuan Rumah In House Training (IHT) sosialisasi penerapan kurikulum prototipe dalam pembelajaran dan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Prototipe pada Kamis (20/01/2022).

Pada kegiatan tersebut ada dua Sekolah yang bergabung yakni SMKN 1 Tabukan Utara dan SMKN 1 Tabukan Tengah.

Pengawas Sekolah SMK Dikda Provinsi Sulut yang juga sebagai Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak, Vonny Tambuwun menjadi sebagai pemateri kegiatan tersebut.

Kata Vonny, sebelum diterapkan dilakukan terlebih dulu sosialisasi penerapan kurikulum prototipe dalam pembelajaran dan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Prototipe.

“Kurikulum prototipe bagi SMK PK sudah diterakpan di Sekolah dimulai 2022-2024,”ungkapnya.

Kata dia, Program pemerintah untuk menerapkan Kurikulum Prototipe 2022 diyakini akan mampu membantu sekolah mengatasi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran selama dua tahun terakhir.

” Termasuk menerapkan kurikulum prototipe ini di tingkat SMK dan kami terus disosialisasikan ke berbagai SMK termasuk di Kepulauan Sangihe,”ungkapnya.

Diketahui, di seluruh Indonesia Total ada ratusan SMK yang sudah melakukan uji coba terhadap kurikulum ini sejak 2021.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Wikan Sakarinto, menyampaikan dari SMK yang sudah menerapkan Kurikulum Prototipe, ada 400-500 SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) telah disurvei terkait kecocokan.

Dari survei yang lakukan Kemendikbud, ada 95 persen Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan sangat cocok bagi siswa dan gurunya.

Kurikulum Prototipe merupakan kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Kurikulum Prototipe ini sudah diujicobakan di sekitar 2.500 sekolah penggerak dan 1.000 SMK PK dI seluruh Indonesia.

Kurikulum baru ini akan meningkatkan profil Pelajar Pancasila hingga mendorong project based learning sampai tiga semester. Kurikulum tersebut, juga akan menyederhanakan pembentukan hard skill.

Tentu kurikulum ini akan lebih menguatkan kompetensi tidak hanya hard skill dan technical skill tapi justru platformnya dalam penguatan soft skill, karakter, dan ership.

Kurikulum baru ini juga dapat membebaskan guru dan kepala sekolah untuk memerdekakan anak-anak belajar.

Meski secara kurikulum, SMK PK sudah cocok dengan saat ini namun kementerian masih memiliki tantangan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM).

Misalnya dalam meningkatkan daya saing lulusan vokasi, menurunkan pengangguran, hingga menciptakan lebih banyak pengusaha.(Kifli).

Tinggalkan Balasan