Komisi IV DPRD Sulut Sentil Dispora: Jangan Datang Saat Atlet Sudah Jadi Juara!

oleh -114 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Kebudayaan Sulut, Senin (27/10/2026), diwarnai kritik tajam. Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian, secara terbuka menyentil Dispora Sulut agar lebih proaktif mendampingi para atlet sejak dari bawah, bukan sekadar hadir saat atlet telah menorehkan prestasi.

Cindy menegaskan bahwa lahirnya atlet berprestasi bukanlah proses instan yang terjadi begitu saja. Diperlukan konsistensi latihan, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan fasilitas dan anggaran yang memadai agar potensi atlet daerah dapat berkembang secara maksimal.

Politisi Partai Golkar ini memperingatkan agar pemerintah daerah tidak kecolongan hingga kehilangan atlet potensial akibat minimnya perhatian dan kesempatan.

“Jangan sampai Sulut kehilangan atlet potensial hanya karena minimnya kesempatan dan perhatian dari pemerintah. Bukan karena mereka tidak berpotensi atau tidak mampu, tapi mereka tidak diberi kesempatan. Pemerintah harus aktif hadir di situ. Jangan nanti mereka sudah jadi juara baru basisip di situ,” tegas Cindy.

Ia mengingatkan, pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran Dispora Sulut. Tanpa langkah tersebut, dikhawatirkan Sulawesi Utara akan terus kehilangan bibit-bibit unggul yang akhirnya memilih pindah dan membela daerah lain.

Selain itu, Cindy meminta agar Dispora tidak terjebak pada pelaksanaan event seremonial semata. Fokus utama harus diarahkan pada pembinaan jangka panjang yang menyentuh langsung kebutuhan nyata atlet, mulai dari ketersediaan pelatih berkualitas, sarana dan prasarana latihan yang memadai, hingga kepastian uang pembinaan.

Menyinggung soal alokasi anggaran, Cindy juga menginstruksikan Dispora dan Dinas Kebudayaan agar tidak mengusulkan terlalu banyak program tambahan yang kurang jelas urgensinya. Ia mendorong agar instansi terkait fokus pada satu hingga dua program prioritas yang benar-benar mendesak.

“Jangan semua diminta. Pilih yang paling urgent saja, lengkapi dengan data pendukung yang detail. Biar kami bisa perjuangkan di Banggar,” pungkasnya.

Penulis : Candle Heiner Rogaga.