Manado, Infosulut.id – Persoalan infrastruktur jalan yang tak kunjung tersentuh pembangunan di Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menjadi sorotan tajam dalam Rapat Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut, Kamis (7/8/2026). Warga setempat bahkan mengeluhkan belum pernah menikmati akses jalan beraspal sejak Indonesia merdeka.
Anggota Banggar DPRD Provinsi Sulut, Royke Roring, mengungkapkan bahwa ruas jalan yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut di Salibabu belum sempat terlaksana pembangunannya pada tahun 2026 ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Royke di hadapan Ketua TAPD Sulut, Tahlis Galang. Ia menyebutkan, sebelumnya Komisi III bersama Ketua DPRD Sulut telah menerima langsung aspirasi masyarakat yang datang mengadu mengenai kondisi memprihatinkan di wilayah tersebut.
“Mereka mengeluhkan bahwa sejak Indonesia merdeka, mereka belum melihat aspal dibuat di Salibabu,” ujar Royke.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Royke memastikan pihaknya akan kembali memperjuangkan aspirasi ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR Sulut agar mendapat perhatian serius dari TAPD.
Menanggapi desakan tersebut, Ketua TAPD Provinsi Sulut, Tahlis Galang, menyatakan pihaknya akan segera meninjau langsung kondisi di lapangan. TAPD telah menyiapkan dua alternatif skema pembiayaan untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di Salibabu.
- Alternatif Pertama: Mengupayakan agar Salibabu ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mengingat statusnya sebagai salah satu pulau terluar dan belum adanya ruas jalan nasional di wilayah tersebut.
- Alternatif Kedua: Mempersiapkan skema restrukturisasi anggaran apabila usulan PSN belum dapat direalisasikan pada tahun depan.
“Melihat masalah yang ada, nantinya ada dua alternatif sumber pembiayaan yang kami rencanakan. Pertama restrukturisasi, alternatif kedua Salibabu ini menjadi PSN karena masuk kategori pulau terluar. Rupanya tidak ada satu pun jalan nasional di situ. Pasti di antara satu itu akan tercapai,” pungkas Tahlis.
Penulis : Candle Rogaga
