Gandeng Lembaga Internasional, Pemkab Minsel dan BKSDA Sulut Cetak Duta Konservasi Yaki 2026

oleh -174 Dilihat
oleh

( Info Foto : Potret sejumlah siswa/siswi sedang melaksanakan pengamatan terhadap hewan Yaki/CR)

Minsel, Infosulut.id – Sebanyak 48 pelajar tingkat SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) resmi menyandang peran sebagai agen perubahan lingkungan. Hal ini dipastikan setelah mereka menyelesaikan program edukasi konservasi, Yaki Youth Camp 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 13-16 Februari 2026 tersebut, merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, BKSDA Sulawesi Utara, dan Program Selamatkan Yaki.

Program ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian generasi muda terhadap Macaca nigra atau Yaki, satwa endemik Sulawesi Utara yang kini berstatus terancam punah.

Rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif untuk memberikan pengalaman mendalam bagi peserta. Para pelajar mengawali perjalanan di Taman Wisata Alam Batu Putih guna melihat perilaku Yaki di habitat aslinya.

Selain itu, mereka mengunjungi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki di Bitung untuk menyaksikan langsung dampak nyata dari perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar.

Program Manager Selamatkan Yaki, Reyni Palohoen, menegaskan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan karakter dan empati peserta, bukan sekadar teori.

“Sebagai duta, mereka harus siap dari segi pengetahuan, empati, dan karakter. Kami merancang kegiatan ini dengan komposisi 30% materi dan 70% diskusi agar peserta lebih aktif dan terlibat,” ujar Reyni dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Disamping itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Hendrik Rundengan saat di hubungi Rabu (18/2/2026), turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pelajar. Dalam kesempatan tersebut, BKSDA membekali peserta dengan materi fundamental, di antaranya :

1.) Penjelasan pembagian hutan sesuai UU No. 41 Tahun 1999.

2.) Profil, tugas pokok, dan pengelolaan kawasan hutan oleh BKSDA Sulut.

3.) Prinsip 3P: Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan.

4.) Pengenalan peran kader konservasi.

“BKSDA Sulawesi Utara bangga dengan adik-adik yang terlibat. Jika menemukan perburuan atau pemeliharaan Yaki secara ilegal, tolong hubungi kami,” tegas Hendrik.

Pengalaman berharga dirasakan oleh para peserta. Wilia Lintang, siswi SMA Negeri 1 Amurang, mengaku terkesan dengan pengalaman menjelajahi hutan. Sementara itu, Jeferson Hart Koyong dari SMK Rembang Amurang Barat merasa kepercayaan dirinya meningkat selama mengikuti program.

Kegiatan Yaki Youth Camp 2026 ini turut didukung oleh lembaga internasional GIVSKUD ZOOTOPIA dan Mandai Nature. Ke depan, para Duta Yaki Minahasa Selatan 2026 dijadwalkan mengikuti program lanjutan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menyuarakan isu konservasi di Sulawesi Utara secara berkelanjutan.

Penulis : Tim Redaksi Infosulut.id (CR)