Mengancam 57% Luas Pulau dan 80 Desa, ”Sangihe Not For Sale” Menjadi Tagar Sederhana Dalam Perlawanan 

oleh -59 Dilihat
oleh

Manado,Infosulut.id – Aksi Massa yang tergabung dalam Gerakan September Hitam (Geram) Sulawesi Utara, mendatangi gedung DPRD Sulut, mereka berkomitmen bawakan 11 isu Nasional dan 6 isu lokal, Kamis (04/09/2025)

Diantara 17 isu yang dibawakan oleh mereka, kembali terlihat sebuah poster yang tidak asing, yakni tulisan ”Sangihe Not For Sale” kembali dikumandangkan setelah sebelumnya sempat menjadi sorotan pada aksi Senin (01/09/2025) lalu.

Tampil Krisnadi Geovani Sengkandai S.Tr.Ak, M.M, yang mengungkapkan, bahwa tambang Sangihe bukan sekedar urusan bisnis, tapi persoalan hak hidup masyarakat. Secara ekologis, tambang ini mengancam kurang lebih 57% luas pulau kecil dan mengancam hampir 80 desa.

”Perlawanan ini lewat tagar sederhana #sangihenotforsale adalah bentuk sah dari demokrasi. Mereka membela hak generasi mendatang,”jelas Nadi (sapaan akrabnya)

Pungkas Krisnadi Mengutip sebuah pepatah, ”Kita tidak mewarisi Bumi dari nenek moyang kita, tetapi kita meminjamnya dari anak-anak dan cucu-cucu kita.” Sangihe adalah rumah, sumber hidup, dan identitas yang tak bisa dinilai oleh angka. Ingat, kita hanya meminjamnya bukan mewariskannya.

(Candle)