DPRD Sulut Pertanyakan Alokasi BTT Rp5 Miliar, Ini Penjelasan BKAD

oleh -97 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jeane Laluyan, mempertanyakan alokasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar kurang lebih Rp5 miliar yang tertuang dalam laporan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulut, Clay Dondokambey.

Pertanyaan itu dilontarkan Jeane dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama mitra kerja yang digelar di Ruang Komisi II DPRD Sulut, Senin (26/10/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Sulut, Inggrid Sondakh.

Menurut Jeane, alokasi anggaran tersebut memerlukan penjelasan yang transparan dan mendetail. Terlebih lagi, agenda pembahasan saat itu berkaitan dengan proyeksi perencanaan anggaran untuk tahun 2027.

“Di sini kita melihat adanya belanja tidak terduga kurang lebih Rp5 miliar,” ungkap Jeane dalam rapat tersebut.Politisi kritis ini lantas meminta agar Clay Dondokambey memaparkan secara terbuka pemanfaatan anggaran BTT pada tahun-tahun anggaran sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

“Kita bicarakan ini kan tahun depan. Tahun-tahun sebelumnya, belanja tidak terduga dipakai untuk apa saja? Bolehlah bisa dijawab oleh Bapak Clay,” ucapnya.

Menanggapi cecaran tersebut, Kepala BKAD Sulut, Clay Dondokambey, memberikan penjelasan terperinci. Ia mengungkapkan bahwa alokasi anggaran BTT pada tahun 2026 difokuskan untuk penanganan darurat, termasuk membantu daerah-daerah yang terdampak bencana alam.

“Terkait alokasi belanja tidak terduga, untuk tahun 2026, kita telah membelanjakan anggaran tersebut, pertama untuk memberikan bantuan alokasi kepada daerah yang terkena bencana,” jelas Clay.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran tersebut juga didasarkan pada usulan resmi dari perangkat daerah terkait, seperti Dinas Penanggulangan Bencana, guna mendukung penanganan darurat sesuai dengan status bencana yang ditetapkan.

Clay menyebutkan, besaran pagu anggaran BTT pada tahun 2026 memiliki nilai yang sama dengan alokasi yang tengah dibahas saat ini, yakni sebesar Rp5 miliar.

Lebih lanjut, Clay merinci sejumlah penggunaan dana BTT tersebut. Di antaranya digunakan untuk membantu proses relokasi pengungsi erupsi Gunung Ruang ke Desa Monisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Selain itu, anggaran tersebut juga disalurkan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp350 juta.

Selain penanganan bencana, Clay membeberkan bahwa anggaran belanja tidak terduga turut diserap untuk membiayai kebutuhan mendesak lainnya yang bersifat darurat di luar perencanaan awal, termasuk menunjang kegiatan seperti kunjungan kerja yang tidak terencana sebelumnya.

Penulis : Candle Heiner Rogaga.