Antisipasi Kemarau Panjang, Gubernur Yulius Siapkan Bantuan Pompa Air dan Program Ketahanan Pangan

oleh -17 Dilihat
oleh
Manado, Infosulut.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengambil langkah strategis guna menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi produktivitas sektor pertanian di Bumi Nyiur Melambai.

Komitmen tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara Nomor: 100.3.4/26.2035/SEKR-DISTANAK tertanggal 16 April 2026 tentang Antisipasi Dampak Kemarau Terhadap Produksi Pertanian.

Sebagai tindak lanjut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Wilhemina J. N. Pangemanan, pada 6 Juli 2026 mengirimkan surat kepada seluruh Kepala Dinas yang membidangi pertanian di kabupaten/kota se-Sulut agar segera mengusulkan kelompok tani terdampak kemarau sebagai calon penerima bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian.

Pengusulan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Bantuan Pemerintah.

“Ini merupakan bentuk keseriusan Gubernur Yulius Selvanus dalam melindungi petani. Lobi dan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar bantuan pompa air dapat segera direalisasikan di Sulawesi Utara,” ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut, Wilhemina J. N. Pangemanan.

Selain bantuan pompa air kata dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mengupayakan berbagai program pendukung ketahanan pangan sepanjang 2026, yakni
Irigasi Perpompaan Air Bawah Tanah (Irpom ABT) sebanyak 42 unit, Pembangunan konservasi lahan berupa dam parit, embung, dan long storage, Optimalisasi lahan pertanian seluas 3.000 hektare dan Rehabilitasi lahan seluas 2.000 hektare.

Wilhemina Pangemanan menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari strategi menghadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI) menuju fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pertanian.

Ia juga mengimbau seluruh kelompok tani penerima bantuan Kementerian Pertanian pada tahun-tahun sebelumnya agar mengoptimalkan seluruh sarana yang telah diberikan, termasuk 106 unit Irpom TOT, 42 unit Irpom Refocusing, dan 24 unit Irpip, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencegah kekeringan selama musim kemarau.

Dalam surat edaran tersebut, Gubernur Yulius Selvanus juga menginstruksikan lima langkah strategis kepada pemerintah kabupaten/kota, yakni melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, mengoptimalkan jaringan irigasi, mempercepat penanaman varietas tahan kering, mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim, serta memperkuat koordinasi lintas pemerintah daerah.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap produksi pertanian tetap terjaga, ketahanan pangan semakin kuat, dan kesejahteraan petani tetap terlindungi meski menghadapi tantangan musim kemarau tahun 2026.(Kifli).