Visual Ketua DPC 234 SC Manado Risat Sanger dan Sekretaris Elizabeth Piscilia runtu saat menikmati keindahan teluk Manado dari atas kapal .
Manado, Infosulut.id – Potensi pariwisata dan kekayaan alam yang melimpah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinilai belum cukup jika hanya mengandalkan keindahan pemandangan semata. Sektor pariwisata daerah ini dinilai mendesak untuk diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta standar pelayanan yang optimal bagi para wisatawan.
Hal tersebut menjadi sorotan utama pengacara nasional sekaligus Sekretaris DPC 234 SC Manado, Elizabeth Piscilia runtu, S.H., M.A.P., seusai menikmati sejumlah destinasi wisata di daerah asalnya. Menurutnya, pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh indahnya alam, tetapi juga interaksi langsung dengan masyarakat, pengelola destinasi, tenaga pelayanan, hingga para pelaku usaha lokal.
Elizabeth menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada pembenahan infrastruktur, aksesibilitas, atau gencarnya promosi. Ketika wisatawan berkunjung, kualitas pelayanan menjadi faktor krusial yang membentuk kesan mendalam terhadap daerah.
“Sulut ini diberikan Tuhan potensi yang luar biasa. Keindahan alam kita tidak perlu dipungkiri, tetapi potensi tersebut harus diimbangi dengan SDM yang mumpuni dan pelayanan yang baik,” ujar Sekretaris DPC 234 SC Manado tersebut.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal,mulai dari pemandu wisata, pekerja hotel, restoran, hingga pelaku UMKM harus menjadi strategi utama pembangunan daerah. Keterampilan, etika pelayanan, profesionalisme, serta komunikasi yang baik dinilai sangat penting seiring berkembangnya industri pariwisata di Sulut.
Sebagai figur yang berkarier di tingkat nasional, Elizabeth Piscilia runtu menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Sulut dan mengambil bagian langsung dalam upaya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Baginya, kritik terhadap pelayanan pariwisata harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata dan kolaborasi konstruktif bersama pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dengan SDM yang kompeten dan berkarakter, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan pariwisata, melainkan menjadi pelaku utama yang menikmati kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan.
“Kalau kita ingin Sulut menjadi daerah tujuan wisata yang semakin dikenal, maka kita harus memastikan orang yang datang bukan hanya kagum dengan alamnya, tetapi juga merasa nyaman dengan pelayanan dan manusianya,” celetuk Elizabeth.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC 234 SC Manado, Risat sanger menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas sekaligus pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara.
Risat Sanger mengatakan, potensi wisata yang dimiliki Sulut merupakan aset daerah yang harus dikelola secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam saja, melainkan juga menuntut kualitas SDM, pelayanan, kebersihan, keamanan, infrastruktur, serta kreativitas dalam mengemas destinasi.
“Sulut memiliki potensi wisata yang luar biasa. Tinggal bagaimana potensi ini kita kelola dengan baik sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Risat.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan untuk ikut menjaga dan mempromosikan potensi wisata daerah secara luas.
Penulis : Candle Heiner Rogaga.
