Jaga Integritas Pelayan Publik, DPRD Sulut Konsisten Gelar Ibadah Rutin Awal Pekan

oleh -104 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Memperkuat komitmen spiritual dan integritas moral di tengah padatnya aktivitas politik, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar ibadah rutin mingguan di Ruang Paripurna Kantor DPRD Sulut, Senin (6/7/2026) pagi.

Ibadah yang dilaksanakan setiap awal pekan ini menjadi momentum refleksi penting bagi jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Dewan, serta para jurnalis yang bertugas meliput kegiatan legislatif.

Pada kesempatan kali ini, ibadah dipimpin oleh Ketua Komisi Penggembalaan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gembala Teddy Batasina, M.Th. Perenungan Firman Tuhan diambil dari Kitab Yohanes 5:1-18 yang mengusung tema mendalam, “Penyembuhan pada Hari Sabat di Kolam Betesda.”

Dalam khotbahnya, Gembala Teddy Batasina menyampaikan pesan kuat tentang kemuliaan Allah yang senantiasa nyata dalam kehidupan manusia. Ia mengajak seluruh wakil rakyat beserta jajaran Sekretariat DPRD untuk selalu berserah, mengandalkan Tuhan, serta melangkah dengan iman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

Menurut Teddy, di hadapan Sang Pencipta, manusia bukanlah siapa-siapa tanpa adanya penyertaan-Nya. Oleh karena itu, menjaga kehidupan spiritualitas di tengah dinamika aktivitas politik dan pelayanan publik yang tinggi merupakan fondasi mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Batasina pun memberikan apresiasi tinggi kepada DPRD Sulut yang dinilai konsisten dalam menghadirkan ruang-ruang pembinaan spiritual di lingkungan kerja pemerintahan.

“Saya sebagai pelayan Tuhan memberi apresiasi, penghargaan yang tulus dan ikhlas, tapi juga rasa salut dan bangga. Sebab ternyata, apa pun aktivitas kerja kita, hal spiritualitas itu yang utama dan pertama,” ujar Batasina

Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki keterbatasan dalam mengelola kehidupan maupun profesionalitas pekerjaan. Melalui momentum ibadah rutin mingguan inilah, iman dirawat sekaligus memperkuat komitmen spiritual para abdi negara.

“Bagi saya, ini sesuatu yang sangat penting dan berharga ketika kita disibukkan dengan berbagai aktivitas kerja, tapi kita tidak lupa tentang ibadah, tentang spiritualitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Batasina berharap agar esensi kebersamaan dalam persekutuan ibadah seperti ini dapat terus dipertahankan secara berkesinambungan. Pembinaan spiritual yang konsisten diyakini mampu membentuk karakter pelayan publik yang paripurna—tidak hanya unggul dalam kapasitas kerja, tetapi juga memiliki kualitas moral dan integritas yang kokoh.

“Saya berharap ini akan menjadi kegiatan rutin dan intens. Sebab dengan demikian, kita tidak sekadar memiliki kapasitas sebagai anggota dewan, sebagai ASN, sebagai wartawan, tapi juga kita memiliki kualitas sebagai insan yang memiliki spiritualitas yang kuat,” pungkasnya.

(CR).