BI Sulut gelar pelaksanaan High Level Meeting TPID dan TP2DD di Bolsel, Rabu (20/5/2026).(Foto:ist).
Bolsel, Infosulut.id – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggelar High Level Meeting TPID dan TP2DD di Bolsel, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut untuk mewujudkan stabilitas ekonomi disana. Dan
Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan pengendalian inflasi daerah sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan rapat koordinasi lintas instansi dengan pembahasan utama mengenai penguatan sinergi kebijakan dalam pengendalian inflasi daerah.
“Ini sangat penting dalam pertemuan lintas sektor guna percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah guna mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat disini,” ungkap dia.
Lanjut Supratikto, ini juga adaah untuk mengantsipasi Volatilitas Harga Lewat Pengendalian Inflasi Daerah.
“Kami terus mencermati pergerakan harga bahan pokok di wilayah Bolaang Mongondow Selatan secara berkala,”ungkap dia.
Dia menjelaskan, berdasarkan data historis, fluktuasi harga komoditas di daerah ini memiliki pola yang searah dengan Kota Kotamobagu sebagai pusat distribusi utama.
“Beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat tercatat kerap mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, terutama saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idul Fitri lalu,”katanya.
Lanjut dia, Kondisi tersebut menuntut perhatian serius dari seluruh pihak terkait untuk melakukan intervensi pasar secara berkala.
“Hal ini menjadi catatan bahwa pengendalian harga melalui ketersediaan stok dan intervensi pasar perlu dilakukan pada momentum hari besar keagamaan nasional mengingat kita akan memasuki periode menjelang Idul Adha. Sementara itu, komoditas seperti beras dan bawang putih menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil, mengindikasikan ketersediaan pasokan yang lebih terjaga,” jelas Supratikto.
Katanya lagi, Transformasi Strategi Ketahanan Pangan Nasional di Daerah Memasuki tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan kini resmi bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.
“Program ini bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan,”ungkapnya.
Dijelaskannya lagi, guna mencapai target swasembada pangan tersebut, pemerintah menyusun peta jalan hilirisasi dengan meningkatkan kapasitas produksi, memeratakan distribusi pasokan antarwilayah, dan mengoptimalkan rantai pasok.
“Secara terperinci, TPID Bolaang Mongondow Selatan menerapkan strategi empat K secara konsisten dan terukur,”kata dia.
Lanut dia, Pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah pada Triwulan I 2025 serta April 2026 kemarin. Untuk ketersediaan pasokan, instansi terkait melatih para petani serta memperkuat kelembagaan koperasi.
“Kelancaran distribusi terjaga lewat monitoring bersama dinas ketahanan pangan, sedangkan komunikasi efektif berjalan melalui program peningkatan kapasitas,”kata dia.
lanjutnya, Kegiatan High Level Meeting ini untuk mensinergikan berbagai langkah bersama dan Capacity Building guna meningkatkan kemampuan pengendalian harga. Selain itu, menjelang HBKN Idul Adha juga bisa didorong ajakan bijak belanja agar tidak terjadi penimbunan maupun belanja secara berlebihan agar harga tetap terkendali.
Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, menyambut baik langkah taktis bersama Bank Indonesia ini.
Iskandar menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah harus rutin memantau harga di pasar dan mengintensifkan operasi pasar murah jika situasi membutuhkan.
Ia pun meminta penguatan kerja sama antardaerah terus berjalan demi menjaga pasokan makanan pokok, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
”Mari terus kita tingkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak, karena setiap rupiah yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Bolsel,” tegas Iskandar Kamaru dalam sambutannya.
Bupati menutup sambutannya dengan optimisme tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor yang tengah berjalan ini.
“Kita bersama-sama di dalam TPID menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dan TP2DD mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.Kifli).
Jelang Idul Adha, BI Sulut dan Pemkab Bolsel Gelar TPID dan TP2DD Guna Menjaga Stabilitas Ekonomi
