Kotamobagu, Infosulut.id – Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kotamobagu menggelar Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Kota Kotamobagu Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).
Ajang ini bertujuan melahirkan pionir muda. Para duta akan mengedukasi masyarakat terkait isu kesehatan nasional.
Ketua TP PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, membuka acara ini. Wakil Ketua TP PKK, Resty A. Mangkat Somba, serta jajaran pejabat daerah dan perwakilan TP PKK Provinsi Sulawesi Utara turut hadir.
Dalam sambutannya, Rindah menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan fisik balita. Sebab, stunting mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Permasalahan ini sangat menentukan masa depan generasi kita. Untuk itu, dalam upaya pencegahan stunting, dibutuhkan niat kuat, komitmen berkelanjutan, serta peran aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda,” ujar Rindah.
Ia menambahkan, pemilihan duta ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau bakat. “Ini ikhtiar kita membentuk remaja inspiratif yang cerdas dan memiliki kepedulian sosial tinggi untuk menjadi teladan dalam pencegahan stunting di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, membacakan sambutan Wali Kota. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus TP PKK atas dedikasi mereka.
“Stunting berdampak pada perkembangan kecerdasan dan kualitas SDM secara jangka panjang. Oleh karena itu, keterlibatan remaja menjadi kunci penting dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujar Sahaya.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, tim juri akhirnya menetapkan dua remaja terbaik sebagai pemenang. Selanjutnya, keduanya akan mewakili Kota Kotamobagu ke tingkat provinsi. Mereka adalah:
Megrisa Hidayat Lasena
Christmart Immanuel Jourdan Palenewen
