Buka Puasa Bersama Nelayan Karangria, Oi Manado Soroti Transparansi Draf RTRW dan Isu Reklamasi

oleh -86 Dilihat
oleh

( Visual Foto Badan Pengurus Oi Kota Manado saat menggelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama )

Manado, Infosulut.id – Badan Pengurus Kota (BPK) Oi Manado menggelar aksi solidaritas bertajuk buka puasa bersama warga pesisir dan nelayan di Daseng Karangria, Manado, Jumat (13/3/2026).

Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi serta diskusi kritis mengenai isu ruang hidup masyarakat pesisir di Manado Utara.

Wakil Ketua Internal BPK Oi Manado, Septian Putra, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata moderasi beragama dan penguatan toleransi di internal organisasi maupun masyarakat luas.

“Buka puasa bersama ini bagian dari upaya bermoderasi dalam beragama, sekaligus mempererat tali silaturahmi demi persatuan yang semakin kokoh,” ujar Septian

Usai berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan diskusi publik bertema “Bedah Isu Reklamasi dan Tata Ruang”. Diskusi ini menghadirkan Henly Rahman dari LBH Manado sebagai pemantik diskusi.

Dalam paparannya, Henly menyoroti sulitnya akses masyarakat terhadap dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, hal ini bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi.

“Pertanyaannya, mengapa draf RTRW sulit diakses masyarakat? Padahal, berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah tidak boleh menutup dokumen yang berkaitan langsung dengan hak rakyat,” kata Henly.

Ia menegaskan bahwa akses terhadap draf RTRW maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah bagian dari hak konstitusional dan Hak Asasi Manusia (HAM). Menutup akses terhadap data publik, lanjut Henly, merupakan bentuk pelanggaran hukum.

Lebih lanjut, Henly mendorong agar dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dibuka secara transparan agar bisa dikaji secara ilmiah oleh publik. Di sisi lain, ia menekankan bahwa perjuangan masyarakat pesisir tidak hanya dilakukan melalui advokasi kebijakan, tetapi juga penguatan ekonomi.

“Kreativitas UMKM masyarakat pesisir harus diperkuat sebagai tulang punggung ekonomi. Kemandirian ekonomi menjadi modal utama agar masyarakat tidak mudah diintervensi,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan agar aliansi antara aktivis, mahasiswa, dan nelayan tetap solid dan tidak mudah terpecah belah oleh provokasi pihak tertentu.

(CR)