Manado, Infosulut.id – Sopir Mikrolet se-Kota Manado menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara. Kamis (29/1/2026). Aksi ini buntut dari menurunnya pendapatan mereka dikarenakan kebijakan pengoperasian Bus Trans Manado oleh Pemerintah Kota Manado.
Dalam hal ini, terlihat puluhan mobil Mikrolet di parkir oleh pendemo di depan Gedung DPRD Sulut, mereka menuntut agar Walikota Andrei Angouw segera memberhentikan pengoperasian Bus Trans Manado, yang dinilai menjadi biang kerok dari menurunnya pendapatan mereka.
”Kami datang kemari untuk menggelar aksi damai, kami hanya meminta kepada pemerintah Kota Manado untuk memperhatikan nasib dari sopir Mikrolet, perihal Bus Trans sendiri, dari pihak Pemkot tidak ada yang sosialisasi,” jelas Yopi Denga selaku ketua basis Mikrolet
Lebih lanjut Yopi menegaskan dan mendorong Pemerintah Kota Manado untuk segera menghentikan proses pengoperasian Bus Trans Manado.
Selanjutnya, sopir mikrolet Abdul Ajis, mengungkapkan pendapat bersih mereka sungguh tidak masuk akal, kepada awak media ia mengungkapkan pendapatan bersihnya pernah mencapai dibawah 50 ribu .
”Untuk sekarang mencari 200 ribu itu sangat sulit, pendapatan itupun diluar harga minyak dan setoran, pernah saya membawah pulang gaji hanya 17ribu, seharga beras 1kg,” ungkap Abdul . Namun kendati demikian, ia tetap berharap agar pemerintah mengkaji kembali perihal kebijakan Bus Trans Manado.
Abdul menutup narasinya dengan mengatakan. ”Sekiranya pemerintah bukan berpihak kepada kami, namun tolong perhatikanlah kami,” celetuk Abdul.
Disamping itu, untuk meneruskan aspirasi para sopir Mikrolet Se- Kota Manado, Anggota DPRD Sulut Komisi III Amir Liputo yang hadir menerima masa aksi, memberikan apresiasi kepada seluruh teman teman sopir mikrolet yang boleh menggelar aksi secara damai .
”Soal aspirasi yang mereka bawah ada tiga, yang pertama mereka mempersoalkan kehadiran Bus Trans Manado, dimana dengan hadirnya Bus ini, pendapatan mereka menurun drastis, namun dilain pihak, korlapnya mengatakan jika mikro ini akan dihilangkan, mereka siap yang penting semuanya terakomodir mendapatkan pekerjaan,” ujar Amir.
Selanjutnya Aspirasi yang ketiga, mereka meminta Bus ini diberhentikan sementara. Amir menegaskan, bahwa seluruh aspirasi diterima oleh mereka, dan nantinya akan disampaikan kepada ketua DPRD Sulut.
”Selanjutnya lewat ketua DPRD, para supir mikrolet yang melakukan aksi tadi akan dipertemukan dengan pihak pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat,” pungkas Amir Liputo.(CR)
Pendapatan Bersih Hanya 17 Ribu/Hari, Puluhan Supir Mikrolet Menggelar Aksi Unjuk Rasa
