Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara (Sulut), Renold Asri saat memaparkan analisa di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di aula KPw BI Sulut, Jumat (28/11/2025).(Foto:ist).
Manado, Infosulut.id – Pertumbuhan perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2026 diprakirakan tumbuh sangat baik.
BI Sulut pun mempunyai strategi khusus untuk mendorong itu. Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara (Sulut), Renold Asri saat memaparkan analisa di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di aula KPw BI Sulut, Jumat (28/11/2025).
“Strategi ini kami fokus pada pengembangan potensi lokal, yakni pada Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui pendekatan 4K dan penguatan investasi, perdagangan, dan pariwisata melalui wadah Regional Investment Relations Unit (RIRU). Penguatan UMKM melalui program PATUA dan WANUA telah menghasilkan 8 MoU dan 2 LoI serta penjualan promosi sebesar Rp460 miliar. BI juga mendorong Ekonomi Keuangan Syariah melalui Sinergi Flagship Program,”tegas Renold Asri.
Katanya lagi, penguatan juga saat ini adalah UMKM yang menjadi fondasi ekonomi daerah.
“Mengingat peran investasi dan ekspor sangat strategis sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut yang lebih tinggi, kami juga terus berkomitmen mendorong penguatan daya saing UMKM lokal,”ungkapnya.
Kata dia, Pengembangan UMKM dan klaster unggulan ini adalah fondasi melalui program PATUA dan WANUA.
” Kami perkuat dengan program prioritas Pemprov Sulut 2026, yang fokus pada Pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian/perikanan/UMKM, serta pengembangan pariwisata dan investasi,”katanya.(Kifli).
Ini Strategi Kunci BI Sulut Dorong Pertumbuhan Ekonomi





