Kunjungi Sekolah Rakyat di Tampusu Minahasa, Ini Diharapkan Lembaga Administrasi Negara Bersama Kemensos RI

oleh
oleh

Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kementerian Sosial RI melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di Sekolah Rakyat di IPWL Tampusu Minahasa pada Selasa, (04/11/2025).(Foto:ist).

Minahasa, Infosulut.id – Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kementerian Sosial RI melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat di IPWL Minahasa, Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Sulawesi Utara pada Selasa, (04/11/2025).

Monitoring dan Evaluasi Sekolah Rakyat ini guna membangun generasi unggul, berkarakter, berakhlak, dan Berdaya saing di Tanah Minahasa.

Kegiatan kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan LAN, Agus Sudrajat yang diterima Kepala Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa, Dr. Jefta Johannes Makikui, S.Pd., M.Pd.

Agus Sudrajat mengatakan bahwa monev dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai arah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menyiapkan generasi muda unggul, berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.

“Sekolah Rakyat adalah gerakan sosial yang berakar dari semangat memanusiakan manusia dan Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang pemberdayaan untuk membangun karakter, kemandirian, dan semangat kebangsaan,” kata dia.

Dia menjelaskan, pendidikan sejati harus mampu mengangkat martabat, memberi harapan, dan membuka jalan keluar dari kemiskinan.

“Ke depan, Sekolah Rakyat di Minahasa ini akan terus dikembangkan dengan pendekatan vokasional berbasis kearifan lokal,”jelasnya.

Lanjut dia, para siswa tidak hanya memperoleh pelajaran akademik, tetapi juga keterampilan praktis sesuai potensi daerah seperti pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, budidaya ikan air tawar, pengembangan pariwisata edukatif, dan kewirausahaan lokal.

“Dengan model seperti ini, Sekolah Rakyat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap berkontribusi bagi bangsa,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menghimbau agar TNI, Polri, BNN Provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM ikut peduli dan terlibat aktif dalam memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sangat mulia, menghapus rantai kemiskinan dan membangun generasi unggul yang berakhlak. Karena itu, semua pihak harus peduli dan turut bergerak bersama. Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.

Agus menambahkan bahwa Polda Sulawesi Utara dapat berperan langsung dalam pembentukan kedisiplinan dan karakter siswamelalui kegiatan edukatif seperti pengenalan tata tertib berlalu lintas, pelatihan baris-berbaris, pembinaan mental, dan edukasi hukum dasar bagi anak-anak usia sekolah.

“Hal-hal sederhana seperti bagaimana menyeberang jalan dengan benar, disiplin waktu, hingga semangat baris-berbaris, itu semua mendidik anak-anak kita untuk tertib, tangguh, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

LAN menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada dukungan nyata dari pemerintah daerah, lembaga sosial, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat (center of empowerment) yang mampu menghasilkan perubahan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

Menutup kegiatan, Agus Sudrajat menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat Minahasa akan menjadi contoh nyata pendidikan berbasis rakyat yang membangun masa depan dengan semangat kemandirian, gotong royong, dan cinta tanah air.

“Dari Minahasa, kita ingin menyalakan api perubahan. Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kepedulian bangsa untuk menyiapkan generasi yang cerdas, disiplin, berakhlak, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Kifli).