Manado,Infosulut.id – Senin (15/09/2025) merupakan hari demokrasi internasional yang dirayakan setiap tahun, berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini anak-anak muda disekitaran kampus Politeknik Negeri Manado mencoba membuka ruang diskusi lewat secangkir kopi di depan Halte Kampus tersebut.
Dengan membawah buku tulis kosong dan buku bacaan bebas, pelanggan dapat menukarnya dengan secangkir kopi, yang nantinya buku-buku tersebut akan disumbangkan kepada anak-anak putus sekolah yang dibinah langsung oleh Komunitas Dinding Manado yang berada di Pasar Bersehati.
Adapun Perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Pancasila Politeknik Negeri Manado, Krisnadi Geovani Sengkandai S.Tr.Ak, M.M. Mengungkapkan, Kita semua tahu bahwa kopi adalah bahan bakar lahirnya demokrasi modern. Catatan sejarah abad ke-17, tentang coffeehouse di Eropa yang muncul sebagai tempat orang berkumpul dan sama-sama belajar.
”Hubungan inilah yang membuat Hitam Kribo Street Coffee dan Komisariat GMNI Politeknik bersepakat bahwa kopi adalah persoalan ruang. Ruang untuk duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Ruang untuk menyuarakan keadilan, kritik, dan ide-ide tanpa sekat status sosial,”celetuk Krisnadi
Harapannya dari kegiatan memperingati Hari Demokrasi tersebut, mahasiswa boleh belajar berdialog, memperjuangkan kebenaran, dan mengingatkan kembali bahwa demokrasi modern lahir bukan dari gedung mewah tetapi dari secangkir kopi.
”Kemudian persoalan tema, “RIP Democracy” sesungguhnya adalah pernyataan satir. Bahwa pada hari ini demokrasi yang seharusnya “hidup dan sehat” tetapi kemudian hanya muncul di panggung politik, disebut-sebut dalam pidato, dan tak lagi bernyawa pada praktiknya,”ungkap Krisnadi
Lebih lanjut Krisnadi menegaskan, Demokrasi kehilangan roh keberpihakan pada rakyat, tercekik oleh uang, oligarki, dan kompromi kekuasaan. Yang tersisa hanyalah pemilu lima tahun sekali, ilusi partisipasi, dan hal-hal seremoni. Sementara kebebasan berbicara dibatasi, kritik dibungkam, dan aspirasi rakyat direduksi. Inilah pengingat bahwa kita sedang berkabung, bukan merayakan.
Sementara itu, ditempat yang sama Owner Street Coffee Hitam Kribo Gabriel Christian Lattu, S.Tr.T. berharap, kegiatan ini dapat berlanjut, selain ruang diskusi diharapkan nantinya akan ada Musikalisasi Puisi, Pidato dan Panggung bebas untuk membuka ruang lebih kepada anak-anak Muda disekitaran kampus Politeknik Negeri Manado.
(Candle)
