Wagub Steven Kandouw Lepas 60 Orang Alumni SMK PPN Kalasey Kerja di Jepang

oleh -55 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – SMK Pembangunan Pertanian Negeri Kalasey yang berada di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara ini, terus meluluskan para Siswa/Siswi yang siap kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Dengan keahlian yang dimiliki sesuai jurusan mereka ini, maka para lulusan SMK PPN Kalasey bisa lolos seleksi kerja di luar negeri yakni di Jepang.

Buktinya, pada Kamis (01/06/2023) tepatnya pada hari lahirnya pancasila, Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Steve Kepel yang juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yang disaksikan para Pejabat eselon II Provinsi Sulut, melepas 60 Alumni lulusan dari SMK PPN Kalasey untuk kerja di Jepang.

Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw pun mengapresiasi Dikda Sulut terutama SMK PPN Kalasey yang sudah melahirkan siswa/siswi yang siap kerja di Dunia kerja dan Dunia industri terutama ke Negara Jepang.

“Hari ini kita menjadi saksi bagi mereka yang akan mengikuti magang atau kerja di Jepang dan ini adalah bukti nyata bahwa SMK bisa melahirkan siswa yang siap kerja ke luar negeri,”ungkap Kandouw.

Lanjut Wagub, ini sangatlah luarbiasa apa yang dilakukan pihak Dikda maupun Sekolah dengan terobosan yang dilakukan.

“Saya memang sebelumnya masih setengah percaya atau masih ragu kalau ada 60 siswa baru lulus alumni SMK PPN Kalasey bisa lolos seleksi dan kerja di Jepang,”kata Wagub.

Dijelaskan Wagub, Pendidikan vokasi adalah pendidikan kejuruan yang didorong oleh bapak Presiden Jokowi Dodo untuk melahirkan siswa – siswi yang siap kerja.

“Ya ini karena menurut Presiden bahwa pendidikan vokasi adalah pendobrak lapangan kerja dengan menyiapkan SDM yang siap kerja dan bisa berwirausaha,”ungkap Kandouw.

Memang Pendidikan vokasi kurikulumnya lebih banyak praktek daripada teorinya.

“Memang Jepang saat ini kebutuhan tenaga kerja yang siap bekerja sangatlah tinggi dan untuk SDM di indonesia ada 70 ribu dan baru dipenuhi 17 ribu,”katanya.

Lanjut Kandouw, sambil berharap agar Sulut diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

“Anak Sulut kalau keluar daerah selalu jadi pioner di tempat kerja karena mereka sangatlah rajin bekerja,”katanya.

Lanjutnya, SMK yang lain juga harus meniru apa yang dilakukan oleh SMK PPN Kalasey

“Jangan lalai menggunakan kesempatan ini karena ini adalah kesempatan emas yang tidak datang lagi dan etos kerja sangatlah penting dan semangat kerja itu yang utama,”harap Wagub Kandouw.

Wagub menambahkan, orang tua juga harus mendukung anaknya kerja di Jepang dan kasih kesempatan anak kalian untuk menabung demi untuk masa depan anak kalian nanti

“Kalian harus belajar menghemat supaya ada tabungan dan janganlah boros,”jelas Wagub Kandouw.

Kandouw pun mengingatkan bagi yang mau kerja di Jepang jangan bertato karena di Jepang sangatlah dilarang.

“Umur 18 tahun seperti kalian sudah pergi kerja dan ini sangatlah luar biasa dan kalau di Jepang usia pensiun 70 tahun dan kalian kerja selama itu dipakai disana maka ilmu dan tabungan kalian akanlah banyak yang akan didapat,”katanya lagi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Steve Kepel yang juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut saat laporan menyampaikan, Alumni SMK PPN Kalasey yang ikut seleksi sebanyak 83 orang dan yang lulus seleksi ada 60 orang.

“Mereka 60 orang terdiri dari 31 laki-laki dan 29 perempuan,”ungkap Kepel.

Kepel pun menambahkan, pada tanggal 9 Juni ini mereka berangkat ke Jakarta dan akan ikut pendidikan selama 3 bulan dan untuk kerja awalnya ada 3 Tahun di Jepang dan akan diperpanjang kembali 5 tahun kalau mereka dinilai baik kerjanya.

“Mereka sudah melaksanakan pelatihan 10 hari khusus bahasa jepang dengan kerjasama Fakultas ilmu budaya Unsrat Manado,”jelas Kepel.

Nantinya lanjut Kepel, mereka kerja di Jepang ada 4 program keahlian yaitu Agribisnis tanaman pangan dan holtikultura, Agribisnis tanaman perkebunan, Agribisnis ternak unggas dan Agribisnis pengolahan hasil pertanian.

“Kami akan dorong juga SMK yang lain agar bisa bekerjasama dengan Perusahaan di luar negeri supaya anak – anak lulusan SMK di Sulut langsung bisa kerja,”tutup Sekprov.

Kepala SMK PPN Kalasey Hernie Onibala SPi MSi saat diwawancarai mengatakan, sebelum mengikuti seleksi mereka telah dilatih terlebih dahulu baik fisik dan bahasa jepang.

” Ini bagian dari 100 hari kerja saya sebagai Kepala Sekolah dengan membuktikan kalau lulusan SMK sudah siap kerja dengan memiliki keahlian khusus yang mereka dapat di Sekolah,”jelas Kepsek.

Kata dia, Sekolah bekerjasama dengan Indonesian Japan Business Network (IJB Net) dan dengan perusahaan ini mereka merekrut lulusan SMK untuk dipekerjakan di Jepaang.(Kifli).