Manado, Infosulut.id – Memperingati hari kasih sayang yang jatuh pada Sabtu (14/2/2026), Komunitas Dinding Manado memilih cara berbeda untuk berbagi kasih. Memasuki usia pengabdian ke-16 tahun, komunitas sosial ini menggelar Dinding Festival, sebuah wadah bagi anak-anak putus sekolah di kawasan Pasar Bersehati untuk memamerkan bakat dan karya mereka.
Ketua Umum Komunitas Dinding Manado, Ordelia Kesek, menjelaskan bahwa Dinding Festival merupakan bentuk nyata eksistensi komunitas yang telah berdiri sejak 2010 tersebut. Melalui pameran kreasi ini, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa anak-anak marginal memiliki potensi besar jika diberi kesempatan.
“Kami merayakan ulang tahun ke-16 hari ini. Sejak 2010, visi kami bukan sekadar pendidikan, tetapi melayani kalangan tidak mampu yang membutuhkan uluran tangan tanpa memandang status,” ujar Ordelia kepada Beritasatu.com di lokasi kegiatan, Sabtu (14/2/2026).
Meski menyasar anak-anak yang putus sekolah, Ordelia menegaskan bahwa komunitasnya tetap terbuka bagi anak-anak yang menempuh jalur pendidikan nonformal. Dalam proses belajar mengajar, Dinding Manado menerapkan kurikulum khusus yang telah disusun secara sistematis.
“Dalam pendidikan, kami fokus pada basic skill dan penguatan karakter. Ada mata pelajaran umum seperti Matematika, IPS, dan IPA, namun pendidikan karakter tetap menjadi prioritas utama kami,” tambah Ordelia.
Salah satu potret keberhasilan komunitas ini tercermin dalam sosok Rasya. Remaja yang terpaksa putus sekolah di usia 12 tahun ini mengaku telah bergabung dengan Dinding Manado sejak kecil. Kini, selain bekerja membantu neneknya berjualan di pasar, Rasya kembali ke komunitas sebagai relawan pengajar.
“Berkat komunitas ini, saya bisa mendapatkan hal-hal baru. Sekarang saya ikut mengurus adik-adik di sini. Kalau ditanya keinginan untuk sekolah lagi, tentu saja saya sangat ingin,” ungkap Rasya dengan penuh harap.
Berlokasi di kompleks Pasar Bersehati, Komunitas Dinding Manado secara konsisten membuka kelas belajar bagi anak-anak setempat. Program rutin dilaksanakan setiap:
Kamis: Kelas Bahasa Inggris.
Sabtu: Pendidikan Umum dan Karakter (Pukul 13.00 – 15.00 WITA).
Hingga saat ini, komunitas ini telah berhasil mengantar banyak anak untuk kembali mengenyam pendidikan formal. Pembelajaran dibagi menjadi tiga jenjang, yakni:
1. ) Kelas PAUD
2.) Kelas Kecil
3.) Kelas Besar (Fokus pada pengembangan basic skill untuk bekal masa depan).
Melalui momentum Dinding Festival ini, Komunitas Dinding Manado berharap dukungan masyarakat terhadap pendidikan anak-anak di kawasan Kota Manado terus mengalir, agar warna baru yang mereka bawa untuk Kota Manado tetap terjaga.*CR
