Manado, Infosulut.id – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Wonderschool Kota Manado menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Karangria, Sulawesi Utara, pada Jumat, (13/2/2026). Bekerja sama dengan Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tandu Rusa (Tansa), kegiatan ini bertujuan mengasah kepekaan generasi muda terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
Pantai Karangria dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi pusat aktivitas warga, pesisir ini merupakan habitat penting bagi penyu—atau yang akrab disapa masyarakat setempat sebagai Tuturuga—untuk bertelur, terutama pada bulan Mei setiap tahunnya.
Dimulai sejak pukul 11.03 WITA, sebanyak 39 siswa kelas 5 dan 6 tampak antusias menyisir bibir pantai. Tak sekadar memungut, para siswa yang didampingi guru (Mister dan Miss) ini diajarkan teknik memilah sampah sesuai kategorinya, Organik, Non Organik, Residu, hingga Limbah B3.
Fatir dan Stefani, dua siswa yang ikut dalam aksi tersebut, mengaku gembira bisa mempraktikkan langsung pelajaran yang mereka terima di kelas. “Rasanya senang. Di sekolah Miss selalu mengajarkan tentang dampak sampah, salah satunya bisa menyebabkan banjir,” ujar mereka kompak.
Guru pengajar Wonderschool Manado, Prastika Kansil, menjelaskan bahwa kegiatan luar ruang ini merupakan metode efektif untuk melihat kerja sama tim sekaligus menanamkan kedisiplinan.
“Tadi kami mengajak anak-anak bersih-bersih dan mereka sangat antusias melihat kondisi sampah di pesisir. Ini adalah bentuk edukasi agar mereka disiplin, terutama dalam membedakan jenis sampah,” kata Prastika. Ia berharap langkah kecil ini bisa berlanjut dan menjadi pemantik bagi masyarakat luas bahwa pendidikan lingkungan hidup harus dimulai sejak usia sekolah.
Di sisi lain, kolaborator dari KMPA Tansa, Alfa, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan dunia pendidikan dalam isu konservasi. Menurutnya, membedah nalar anak melalui aksi nyata di pesisir sangat krusial di tengah darurat sampah plastik.
“Kiranya ini mendorong anak-anak untuk melihat realitas bahwa pesisir Manado masih dipenuhi sampah. Kami berharap ini bukan sekadar aksi seremonial, tapi juga menjadi teguran bagi pemerintah untuk ikut melihat apa yang dilakukan anak-anak ini dan lebih serius dalam menangani kebersihan pantai,” pungkas Alfa.*CR
