Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan SDM, BI Sulut dan Pemkab Bolmong Gelar HLM TPID

oleh -30 Dilihat
oleh
Bolmong, Infosulut.id – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Perwakilan Bank Indonesia Sulut menggelar High Level Meeting (HLM), dan Capacity Building (CB) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Agenda ini sebagai upaya memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengendalian inflasi.

Wakil Bupati Bolmong Dony Lumenta dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tengah tekanan global yang berdampak pada harga energi dan pangan. Menurut Wabup, TPID dituntut untuk bergerak lebih adaptif dan inovatif dalam merespons dinamika harga, khususnya menjelang Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.

“Sinergi antaranggota TPID menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi. Kita perlu langkah yang responsif dan tepat sasaran, mulai dari pemantauan harga secara rutin, optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif, hingga komunikasi efektif kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak,” ujar Lumenta.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Renold Asri dalam sesi paparan materi mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lumbung pangan dan sentra produksi. Katanya, Kabupaten Bolaang Mongondow dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Utara.

“Bolmong memiliki surplus pangan, khususnya beras, yang perlu dikelola dengan baik agar stabilitas harga tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya.

Renold juga menyebutkan berbagai upaya yang dapat dilakukan. Antara lain perluasan kerja sama antar daerah, dukungan Gerakan Pangan Murah, serta pengembangan teknologi pascapanen dan hilirisasi produk pangan.

Saran dari BI Sulut pun dinyatakan oleh Pemkab Bolmong dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas beras, jagung, dan gabah kering.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi capacity building yang diawali oleh Dony Lumenta yang memaparkan tujuh program unggulan GNPIP dan karakteristik wilayah Bolmong.

Materi kedua disampaikan oleh Asisten Direktur BI Sulut, Sigit Setiawan, terkait persiapan TPID Award 2026. Dalam paparan, ditekankan pentingnya kehadiran kepala daerah, kelengkapan dokumen pendukung, serta penyiapan laporan dan program unggulan sejak dini agar hasil lebih optimal dan pengumpulan tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan peluang meraih TPID Award.

Materi ketiga disampaikan oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Bolmong, Ismail Azis, yang memaparkan strategi Bulog dalam penguatan distribusi beras dan komoditas pangan strategis untuk pengendalian inflasi.

Melalui HLM dan Capacity Building TPID ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Bolaang Mongondow.(Kifli).