Kritisi Tingginya Angka Kriminalitas, Politikus PKS Sebut Warga Manado Rindu Patroli Polisi

oleh -106 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Kasus kriminalitas yang melibatkan penggunaan senjata tajam (sajam) di Kota Manado terus memicu keprihatinan mendalam. Lonjakan aksi kejahatan jalanan ini mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah penegakan hukum yang lebih agresif.

Dalam rapat paripurna penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan 2026, anggota DPRD Sulawesi Utara, Amir Liputo, secara khusus meminta perhatian serius dari aparat kepolisian untuk menekan angka kriminalitas di ibu kota provinsi tersebut.

Amir mengungkapkan, berdasarkan pengamatan di lapangan serta laporan langsung dari masyarakat, frekuensi serangan menggunakan senjata tajam masih berada di tingkat yang mengkhawatirkan.

“Setiap hari kita melihat dan mendengar selalu terjadi kriminal dengan senjata tajam yang menyebabkan orang meninggal,” ujar Amir dalam ruang sidang paripurna.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, langkah penegakan hukum yang masif perlu kembali digiatkan. Fokus utamanya adalah mengintensifkan patroli serta operasi razia sajam, khususnya di titik-titik keramaian yang rawan konflik.

Menurutnya, tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum sangat diperlukan guna memberikan efek jera bagi para pelaku yang kerap membawa dan menggunakan sajam dengan bebas saat terjadi perselisihan.

“Rakyat Manado rindu dengan patroli dan razia sajam yang dilakukan oleh kepolisian seperti dulu,” tambahnya.

Selain meminta penguatan dari jajaran kepolisian, Amir juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui gubernur turut memberikan dukungan nyata. Salah satu bentuk dukungan yang didorong adalah penyediaan alokasi anggaran khusus untuk memperkuat operasi razia di lapangan.

Ia menyarankan agar patroli kepolisian, khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua, dapat lebih digalakkan kembali agar mobilitas aparat lebih cepat dan responsif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Saya kira Pak Kapolda yang baru, lewat Pak Gubernur, dapat menyiapkan anggaran supaya razia dengan motor dapat digalakkan lagi untuk menekan angka kriminal,” pungkasnya.

Penulis : Candle Heiner Rogaga.