Rapat Forkopimda Kotamobagu Bahas Kesiapan Nataru dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

oleh -19 Dilihat

Kotamobagu, iinfosulut.id – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, memimpin langsung Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),  di sebuah Cafe, di Motoboi Kecil,  Senin (8/12/2025).

Rapatt ini membahas kesiapan Kota Kotamobagu menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), serta langkah strategis dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di akhir dan awal tahun.

Pertemuan ini sekaligus menindaklanjuti arahan dari Rapat Koordinasi nasional bersama Menteri Dalam Negeri yang dilakukan secara daring pada 1 Desember 2025.

Dalam rapat tersebut, Forkopimda membahas sejumlah prioritas utama, terutama pengamanan wilayah selama pelaksanaan perayaan Natal pada 25 Desember 2025 dan Tahun Baru pada 1 Januari 2026.

Pemerintah menekankan pentingnya menjaga ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana aman dan kondusif.

Selain itu, pengaturan kelancaran lalu lintas juga menjadi perhatian serius.

Pemerintah dan unsur Forkopimda sepakat untuk memperkuat koordinasi pengamanan jalur-jalur strategis guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Nataru.

Isu lain yang dibahas ialah ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG bersubsidi.

Pemerintah memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Stabilitas harga bahan pokok juga menjadi fokus utama, dengan langkah antisipatif untuk mencegah lonjakan harga selama periode akhir tahun.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Weny Gaib menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda.

“Menjelang perayaan Nataru, kita perlu memastikan keamanan, kelancaran arus barang dan orang, serta stabilitas harga yang terjangkau masyarakat. Semua instansi harus bergerak bersama,” ujarnya.

Selain agenda Nataru, Forkopimda turut membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat pada penghujung tahun.

Rapat menyepakati sejumlah langkah penting, seperti memperkuat koordinasi lintas instansi, memeriksa kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan dini. (adhe)