Sekelompok Anak Muda Pencinta Alam Di Sulut Laksanakan Aksi Cabut Paku

oleh -25 views

Manado, Infosulut.id – Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tindakan Antusias Simpati Alam (Tansa) Sulawesi Utara (Sulut), kembali melaksanakan kepeduliannya terhadap lingkungan. Kali ini, dengan melakukan aksi cabut paku di pohon disepanjang jalan Adipura Kota Manado, Rabu (29/02/2024).

Aksi cabut paku menjadi cara menjaga pohon untuk masa depan’ itulah tema yang diangkat oleh organisasi yang berdiri di Tandurusa Kota Bitung itu. Sejak pukul 15.30 Wita, beberapa anggota KMPA Tansa Sulut yang dibantu oleh anggota KPAB Formicidae, MPA Khatulistiwa, KPA Silvaterra, PPAB Everest, KPAB Lilarung Adventure, PAKASA dan KPAB Nucifera mulai menyisir pepohonan.

Bermodalkan palu (martelu), para penggiat alam itu mulai melakukan aksinya, menyisir pepohonan dengan berjalan kaki. Satu persatu paku-paku yang berada di pohon itu dicabut, bahkan ditemukan bekas puing alat peraga kampanye (APK) maupun iklan, yang belum dibersihkan dengan baik.

Ketua KMPA Tansa Sulut, Exel Galileo Pusung, ketika diwawancarai awak media, kamis (29/02/2024) mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna menjaga dan melindungi pohon agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

“Memaku pohon membuat kambium di dalamnya rusak, sehingga akan rentan kena penayakit dan pohon itu akan mati. Jika pohon mati, sudah pasti tidak bisa lagi menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia,” ungkap Exel.

kata Excel, aksi yang dilakukan kemarin hari itu, benar-benar untuk menjaga pohon tersebut untuk tidak cepat mati, mengingat pohon-pohon tersebut berjejeran di jalan Adipura Kota Manado, yang ditakutkan ketika mulai mengering akibat dari paku ini, kemudian roboh dan menimpa para pengendara. Hal itu, yang perlu diantisipasi.

“Kemudian, menyambung apa yang saya katakan tadi, terkait pohon memberikan oksigen kepada manusia, itu benar adanya, dan masyarakat harus perlu tau akan hal itu. Pohon dewasa menyerap karbon dioksida 48 pon/tahun dan melepaskan oksigen itu bisa membantu 2 manusia bernafas,” ujarnya.

Bahkan pohon rindang bisa menghasilkan oksigen untuk 10 orang, tambah Excel, jika masyarakat tahu akan pentingnya pohon untuk kehidupan mereka, pastinya pepohonan di sini akan terlihat baik pertumbuhannya.

“Namun, sangat disayangkan pepohonan disepanjang jalan Adipura itu, hampir semua ditemukan paku. Bahkan satu pohon itu, ditemukan 5 paku. Saya bingung apakah pohon yang ditanam di pinggir jalan ini untuk baliho dan iklan, atau seperti apa pemanfaatannya,” terangnya.

Excel menyebut, setiap ada jalan yang baru diresmikan, pastinya akan ditanam pohon oleh pemerintah, baik itu di tengah jalan maupun di pinggir jalan. Ketika bertumbuh besar, kelihatan kebanyakan pohon ditancapkan berbagai iklan.

“Untuk itu, berharap ke depannya ada peraturan daerah (Perda) mengatur tentang pohon ini, jika pun sudah ada mohon penegasannya dari pemerintah. Jangan jadikan pohon ini tempat APK atau pun iklan semata. Semoga juga ada tata kota yang baik demi menjaga dan melindungi pohon agar tetap asri,” ucapnya.

Menutup statmennya, Excel, mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota KMPA Tansa Sulut yang sudah terlibat, bahkan juga bagi penggiat alam lainnya yang sudah terlibat. Semoga kepedulian kita terhadap pohon, bahkan lingkungan secara umum terus bertumbuh, bukan sekedar seremonial saja.

“Pencabutan paku ini, sekaligus mengumpulkan puing-puing APK maupun iklan yang tertancap di pohon, dan yang terkumpul itu sebanyak 5 karung,” kata Excel sembari mengatakan peserta yang hadir dalam aksi pencabutan paku di pohon sebanyak 19 orang.

Peliput : Candle
Editor : Julkifli M