DPRD Sulut Soroti Pemangkasan Subkegiatan Pendidikan, Berharap Anggaran 2027 Kembali Stabil

oleh -59 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Vonny Paat, mempertanyakan kemungkinan adanya program Dinas Pendidikan yang tidak terlaksana pada tahun 2026 akibat efisiensi anggaran. Ia berharap program-program tersebut dapat kembali diakomodasi dan direalisasikan pada tahun anggaran 2027.

Pertanyaan tersebut disampaikan Vonny di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Drs. Jahja Paulus Rondonuwu, M.Si, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).

“Adakah program di tahun 2026 yang tidak dilaksanakan karena efisiensi anggaran, dan dapat dibanggakan kembali di tahun 2027?” ungkap Vonny dalam RDP tersebut.

Vonny berharap kondisi fiskal dan anggaran pada tahun 2027 dapat kembali stabil, sehingga pelaksanaan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara bisa berjalan lebih optimal.

“Kami berharap di tahun 2027 ini kembali stabil, mengingat di tahun 2026 ini banyaknya efisiensi anggaran sehingga terjadi pemangkasan pada subkegiatan,” ujarnya menambahkan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Jahja Paulus Rondonuwu, memaparkan bahwa hingga triwulan III tahun 2026, realisasi penyerapan anggaran instansinya telah mencapai 65,75 persen.

Menurut Jahja, angka penyerapan tersebut tercatat sebesar Rp696.015.743.662 dari total pagu anggaran yang dikelola sebesar Rp1.058.616.071.402 atau sekitar Rp1,05 triliun.

“Jadi, pagu anggaran sebesar satu triliun lima puluh delapan miliar enam ratus enam belas juta tujuh puluh satu ribu empat ratus dua rupiah,” jelas Jahja merinci.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program prioritas yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi program beasiswa dengan alokasi anggaran Rp2 miliar, program pelatihan magang ke Jepang sebesar Rp1,3 miliar, pelatihan bimbingan belajar bagi anggota Paskibraka senilai Rp300 juta, serta berbagai program pelatihan peningkatan kompetensi guru.

Jahja menegaskan, meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi, hingga saat ini seluruh kegiatan yang telah dirumuskan dan dianggarkan tetap berjalan serta terlaksana dengan baik.

“Sampai saat ini, setiap kegiatan yang dianggarkan semua terlaksanakan,” pungkasnya.

Penulis : Candle Heiner Rogaga.