Manado, Infosulut.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Amir Liputo, turun langsung menggelar reses masa persidangan ketiga untuk menemui para korban musibah kebakaran di Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Kegiatan reses ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan serta kebutuhan mendesak pasca-kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, salah satu perwakilan warga mengungkapkan bahwa masih ada 10 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di tempat kos dan belum tersentuh bantuan perlengkapan dapur, seperti kompor, tabung gas, beserta regulatornya.
Menanggapi keluhan tersebut, Amir Liputo menyatakan komitmennya untuk mengawal kebutuhan warga secara realistis tanpa memberikan janji berlebihan.
“Torang tidak janji, tetapi akan diusahakan agar mendapatkan apa yang di inginkan,” ujar Amir Liputo, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, salah satu anggota keluarga korban bernama Rudi Harun menyampaikan aspirasi terkait bentuk bantuan hunian. Mengingat rumah sebelumnya merupakan bangunan dua lantai, ia mendengar informasi dari kepala lingkungan (pala) agar permohonan hunian di rumah susun (rusun) dapat dialihkan menjadi bantuan bahan material bangunan.
Menanggapi hal itu, politisi senior ini menegaskan bahwa situasi tersebut masuk dalam kategori darurat. Ia berencana mengusulkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan alokasi anggaran sekitar Rp 50 juta per unit.
“Ini emergency, nanti saya akan usulkan RTLH, dan satu RTLH itu anggarannya 50 juta. Nanti saya panggil delapan orang anggota DPRD Dapil Manado agar aspirasi semuanya diarahkan untuk membantu rumah korban kebakaran, yang penting bapak ibu sehat-sehat,” jelasnya.
Selain masalah tempat tinggal, para korban kebakaran juga menyampaikan dua persoalan krusial lainnya. Pertama, mereka meminta agar pengurusan penerbitan kembali surat-surat berharga yang ikut terbakar dapat dipercepat dan dipermudah.
Kedua, terdapat persoalan kendaraan bermotor milik korban yang sebenarnya sudah lunas, namun sempat digadaikan dan turut terbakar. Rencananya, kendaraan tersebut hendak ditebus pada tanggal 5, namun kini nasibnya menjadi tidak jelas setelah musibah terjadi.
Menanggapi masalah pembiayaan (finance) tersebut, Amir Liputo memberikan instruksi tegas dan siap memberikan dukungan penuh kepada warga.
“Kalau finance itu ada asuransi. Kalau mereka berbuat susah, telepon saya, de,” tegasnya.
Di akhir kegiatan reses, Amir Liputo memastikan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dari para korban kebakaran Wanea akan diperjuangkan secara maksimal, khususnya pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
“Mudah-mudahan di APBD perubahan dapat kami perjuangkan, nanti saya akan sampaikan di pembahasan anggaran,” pungkasnya.
(CR).
