BI Sulut dan Pemprov Gelar Capacity Building RIRU Dalam Penyiapan Teknis dan Substantif Proyek Investasi

oleh -18 Dilihat
oleh

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto membuka secara resmi kegiatan di the centra hotel Manado, Rabu, (17/06/2026).(Foto:Kifli).

Manado, Infosulut.id — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU) Sulut bersama pemerintah provinsi Sulut menggelar Capacity Building dalam penyiapan teknis dan Substantif proyek investasi di the centra hotel Manado mulai Rabu sampai jumat 17-19 Juni 2026.



Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto membuka kegiatan tersebut yang di hadiri Kepala Dinas PMPTSP Sulut sebagai koordinator proyek investasi, peningkatan kesiapan substansi proyek dan juga menghadirkan Kepala Dinas PMPTSP Jawa Barat melalui Zoom serta Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten dan Kota di Sulut.

“Mulai hari ini kita melaksanakan kegiatan Capacity Building bagaimana kita menarik investor datang ke Sulut,”jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto.

Lanjut dia, rangkaian dari acara ini untuk kegiatan North Sulawesi Investment Challenge difokuskan pada kurasi proyek unggulan yang clean and clear, pendampingan substansi, legal, dan feasibility study aspek keuangan, serta penjajakan proyek kepada investor potensial.

“Rangkaian ini juga ada North Sulawesi Investment Forum dan nantinya kita akan undang para calon investor,”kata dia.

Dampak dari kegiatan ini lanjutnya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi disini semakin baik dan inflasi tetap terjaga dan investasi semakin meningkat.

Sementara itu melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Hermina Syalom Daily Korompis, S.P., M.Sc. menyampaikan, kegiatan ini salah satu instrumen yang dilaksanakan Pemprov Sulut kerjasama BI sulut, dimana Pemprov menjadi fasilitator ke Kabupaten Kota.

“Ini salah satu instrumen untuk menyusun dokumen IPRO dibantu para narsum yang kompeten sehingga proposal yang di susun mudah di baca dan dipahami para investor dalam negeri dan luar negeri,”jelas Korompis.

Lanjut dia, tahun 2026 ini investor dalam negeri lebih bergairah mengembangkan investasi yang sudah ada termasuk investasi di Minsel dalam pengembangan projeck energi terbaru dan terbarukan dan ada juga projeck resort di likupang dan hotel bintang lima yang sudah berlangsung dalam mendukung peningkatan pariwisata.

“Target investasi 2026 di Sulut ada peningkatan Rp 3 triliun dari Rp 9 trilun tahun sebelumnya dan kami yakin target ini akan tercapai,”tutupnya.

Salah satu Narsum dari Jawa Barat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Dedi menjelaskan, mempengaruhi investasi di Daerah adalah RTRW yang harus tuntas kepastian hukumnya dan bagaimana mengatasi preman, kebijakan daerah dan insentif pajak serta akses jalan yang baik.

“Iklim investasi harus di jaga juga masalah lingkungan sosial, konektivitas infrastruktur, pertambangan dibatasi dan lingkungan yang terjaga,”tegas dia.

Dia pun memuji Sulut yang ada KEK Bitung dan KEK Pariwisata Likupang yang sudah terkonektivitas hingga ke Pelabuhan Bitung yang menjadi pelabuhan internasional sebagai pintu gerbang asia pasifik.(Kifli).