Mengaku Bangga, Ini Harapan Gubernur Yulius Pada Tiga Pasang Calon Paskibraka Wakili Sulut ke Nasional

oleh -41 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Gubernur Yulius Selvanus memimpin Pantukhir Seleksi Calon Paskibraka Provinsi Sulawesi Utara dan Tingkat Pusat Tahun 2026, Jumat (22/5/26).(Foto:ist).

Manado, Infosulut.id – Bertempat di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Gubernur Yulius Selvanus memimpin Pemantauan Akhir (Pantukhir) Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Utara dan Tingkat Pusat Tahun 2026, Jumat (22/5/26).

Diketahui bahwa sesuai tahapan seleksi, Gubernur menetapkan tiga pasang calon Paskibraka terbaik untuk diutus mewakili Sulawesi Utara mengikuti seleksi tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan dirinya tidak ingin mengirim calon Paskibraka ke tingkat nasional tanpa melalui proses seleksi yang benar-benar ketat dan berkualitas.

“Ini kali kedua mungkin gubernur se-Indonesia yang langsung ikut Pantukhir. Saya tidak ingin memberangkatkan personel Paskibraka dari daerah ke ibu kota asal-asalan,” tegas Gubernur YSK.

Gubernur menjelaskan, dirinya hanya memilih tiga pasang terbaik dari sepuluh peserta terbaik yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi berjenjang dan bertingkat.

“Saya berharap ini menjadi pengalaman hidup yang baik. Tidak semua hal bisa dicapai dengan mudah. Kalian sudah melewati proses panjang dan seleksi ketat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan enam peserta yang akan berangkat ke Jakarta agar tidak cepat puas dengan hasil seleksi di tingkat provinsi.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru akan dimulai saat menghadapi seleksi nasional bersama perwakilan dari seluruh Indonesia.

“Jangan lengah dan jangan terlena hanya karena sudah menang di Sulawesi Utara. Di pusat nanti kalian akan diseleksi lagi dan bersaing dengan seluruh Indonesia,” katanya.

Gubernur Yulius Selvanus mengaku bangga melihat putra-putri Sulawesi Utara mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional, terlebih ketika dipercaya membawa Sang Saka Merah Putih dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

“ Sebagai gubernur bangga dan terharu melihat anak-anak kita membawa bendera Merah Putih kepada Presiden dan dikibarkan di Istana,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka saat ini dilakukan secara transparan dan profesional tanpa adanya praktik pilih kasih seperti masa lalu.

“Sekarang semuanya dipilih benar-benar melalui seleksi. Tidak ada lagi titipan atau pilih-pilih,” tegasnya.

“Semoga siswa siswi yang terpilih ini akan memberikan hasil terbaik dan mampu mengharumkan nama baik daerah Sulawesi Utara,” tutupnya.

Sementara itu,Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Utara, Johnny Alexander Suak menjelaskan proses seleksi tahun ini dilakukan sesuai mekanisme dan arahan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Panitia pelaksana dipimpin Sekretaris Provinsi Sulut sebagai ketua panitia, sementara dirinya bertugas sebagai sekretaris panitia. Mekanisme tersebut merupakan tahun kedua diterapkan di Sulawesi Utara.

“Kami melakukan tujuh tahapan seleksi sesuai arahan peraturan BPIP. Dari proses itu kami mendapatkan lima terbaik, kemudian diajukan kepada Pak Gubernur untuk penilaian akhir atau pantukhir,” ujar Suak.(Kifli).