Pesan di Ibadah Kenaikan Yesus Kristus bagi Jemaat GMIM Kharisma Buha : Menjaga Iman dalam Pelayanan

oleh -36 Dilihat
oleh

( Info Foto : Suasana Ibadah Kenaikan Yesus Kristus GMIM Kharisma Buha di Pantai Triple M )

Minahasa, Infosulut.id – Ratusan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kharisma Buha Manado merayakan peringatan Kenaikan Yesus Kristus ke Surga dengan cara yang berbeda. Alih-alih di dalam gedung gereja, jemaat memilih menggelar ibadah padang di pesisir Pantai Triple M Valley, Kabupaten Minahasa, Kamis (14/5/2026).

Pantauan di lokasi, suasana sukacita menyelimuti kehadiran jemaat sejak pagi hari. Meski cuaca di pesisir pantai terasa panas menyengat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat ratusan warga gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat.

Ibadah tamasya ini dipimpin langsung oleh Pdt. Wowor Turang, S.Th dari Departemen Misi dan Oikumene Sinode GMIM. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa peristiwa Kenaikan Yesus Kristus memiliki relevansi kuat dalam kehidupan sehari-hari umat kristiani, terutama dalam menjaga keteguhan iman.

“Kenaikan Yesus Kristus ke Surga adalah sebuah edukasi. Yesus mengajar dan mendidik kita umat manusia untuk memperkokoh iman percaya kita. Momen ini sangat relevan bagi jemaat dalam menjalani kehidupan setiap hari,” ujar Pdt. Wowor.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus konsisten membangun iman, baik dalam pelayanan pribadi maupun dalam kehidupan berjemaat.

Ketua Panitia Hari-Hari Raya Gerejawi (HRG) GMIM Kharisma Buha, Vary Tumiwa, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme jemaat yang hadir. Menurutnya, konsep ibadah pantai ini sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana yang lebih santai dan akrab.

“Sebagai manusia, kita butuh refreshing dan suasana yang lebih rileks, terutama dalam memuliakan Tuhan Yesus. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh jemaat yang sudah mendukung dan menyukseskan kegiatan panitia HRG, mulai dari rangkaian Paskah hingga Kenaikan ini,” ungkap Tumiwa.

Usai pelaksanaan ibadah, keceriaan berlanjut dengan berbagai perlombaan dan fun games yang melibatkan jemaat dari Kolom 1 hingga Kolom 25. Gelak tawa dan semangat kompetisi yang sehat mewarnai setiap jenis perlombaan yang digelar oleh panitia.

Joppy Kaesang, salah satu anggota Pria/Kaum Bapa (PKB) yang ikut serta, menyebut bahwa esensi dari kegiatan ini bukanlah soal kemenangan semata.

“Kita tidak mencari siapa yang juara, tapi melalui lomba-lomba ini, terjalin keakraban yang lebih erat antar sesama anggota jemaat,” tuturnya.

Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba sebelum jemaat bertolak kembali ke Manado menjelang malam hari. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jemaat GMIM Kharisma Buha untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menyegarkan spiritualitas di tengah alam terbuka.(**)

(CR).