1 Tahun Kepemimpinan Weny–Rendy di Kotamobagu, Fokus Efisiensi dan Prioritas Pembangunan

oleh -55 Dilihat
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat.. (Foto: Diskominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, infosulut.id – KOTAMOBAGU – Kepemimpinan Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, genap memasuki satu tahun masa pemerintahan.

Momentum ini menjadi waktu refleksi bagi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menjalankan roda pemerintahan di tengah kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran daerah.

Pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal yang menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan belanja. Meski begitu, pemerintah tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, mengatakan pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Menurutnya, pemerintah melakukan penajaman skala prioritas program, rasionalisasi belanja yang kurang produktif, serta memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Setiap program diseleksi secara ketat untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan dampaknya terhadap kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap menjalankan berbagai program prioritas meski menghadapi keterbatasan fiskal.

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, pengendalian inflasi daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi komitmen pelayanan, melainkan mendorong tata kelola yang lebih cermat, transparan, dan akuntabel. Pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat reformasi birokrasi agar aparatur semakin adaptif dan inovatif dalam bekerja.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, dunia usaha, serta masyarakat untuk menjaga stabilitas pembangunan daerah.

“Satu tahun perjalanan ini bukanlah akhir dari proses, melainkan tahap awal untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka menengah,” katanya. (adhe)