Reses di Molas, Vanda Pinontoan Soroti Skala Prioritas Infrastruktur dan Penebangan Pohon

oleh -55 Dilihat
oleh

(Info Foto : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Vanda Pinontoan saat di wawancarai pasca Reses di Kelurahan Molas/Istimewa)

Manado, Infosulut.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Vanda Pinontoan, kembali turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Pertama Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Kelurahan Molas, Lingkungan 3, Sabtu (7/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Vanda menerima berbagai keluhan warga yang dinilai cukup kompleks. Namun, dirinya menegaskan bahwa skala prioritas saat ini tertuju pada masalah keamanan lingkungan dan perbaikan infrastruktur dasar.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat sangat kompleks. Terutama mengenai penebangan pohon yang sudah membahayakan keselamatan warga, masalah lampu jalan, serta infrastruktur di Kelurahan Molas, khususnya di Lingkungan 1,” ujar Vanda saat diwawancarai usai kegiatan.

Vanda menjelaskan bahwa selain warga Molas, sejumlah masyarakat dari Kelurahan Pandu, Meras, dan Tongkaina juga turut hadir memberikan masukan, baik secara lisan maupun melalui kertas pokok pikiran (pokir).

Terkait realisasi aspirasi tersebut, srikandi PDIP ini menjelaskan bahwa seluruh masukan akan dibawa ke sidang paripurna DPRD. Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi.

“Setiap aspirasi reses tahun 2026 ini akan diperjuangkan untuk realisasi tahun 2027. Namun, kita harus mengerti situasi pergeseran anggaran dan kemampuan keuangan daerah yang saat ini cukup sulit, sehingga skala prioritas yang paling mendesak yang akan diutamakan,” jelasnya.

Selain infrastruktur, persoalan data sosial seperti penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan pendataan lansia juga menjadi catatan penting bagi Vanda untuk dikoordinasikan dengan Dinas Sosial.

Menariknya, saat disinggung mengenai pengembangan kawasan wisata Gunung Tumpa, Vanda mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Menurutnya, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghalang untuk memajukan potensi pariwisata daerah.

“Untuk Gunung Tumpa, kalau hanya berharap dari PAD atau APBD tentu sulit karena adanya efisiensi. Alangkah baiknya Pemerintah Kota Manado menggandeng pihak swasta agar wisata di sana bisa dikelola lebih maksimal. Masih banyak yang bisa dikembangkan melalui program di Dinas Pariwisata,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi Infosulut.id