(Info Foto : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara Angelia Wenas di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II/CR)
Manado, Infosulut.id – Kinerja Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadispertanak) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Nova Pangemanan, mendapat sorotan tajam. Pasalnya, Kementerian Pertanian dan Peternakan (Kementan) mengeluhkan sikap kurang proaktif dan sulitnya koordinasi dari pihak dinas terkait dalam menjemput program pusat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Sulut, Angelia Wenas, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembahasan program dan kegiatan tahun anggaran 2026 yang digelar di ruang rapat Komisi II, Senin (2/3/2026).
Angelia menyayangkan minimnya bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat petani dan peternak di Sulut. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurangnya inisiatif Dinas Pertanian Sulut dalam melihat peluang di pemerintah pusat.
“Saya berharap Dinas Pertanian melalui Ibu Kadis dapat proaktif melihat peluang yang ada dari pemerintah pusat. Minggu lalu, saya berkunjung ke Dirjen di Kementerian Pertanian dan Peternakan. Mereka mengeluhkan koordinasi yang tidak terlalu baik dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Angelia
Lebih lanjut, legislator dari Partai Demokrat ini membeberkan bahwa pihak kementerian merasa kesulitan menjalin komunikasi dengan Kadispertanak saat ini, bahkan hanya untuk sekadar sinkronisasi data.
“Mereka (pihak Kementerian) menyampaikan langsung kepada saya, ‘Bu, tolong sampaikan kepada Ibu Kadis, sangat sulit komunikasinya, beda dengan Kadis sebelumnya.’ Saya juga agak kaget mendengar hal itu,” ungkap Angelia
Angelia menegaskan bahwa hambatan komunikasi ini sangat merugikan daerah. Jika koordinasi dengan pusat tersumbat, maka berbagai program bantuan strategis yang seharusnya bisa dinikmati warga Sulawesi Utara terancam tidak terserap dengan maksimal.
“Komunikasinya sangat sulit, ditanya (dimintai keterangan/data) juga sangat sulit,” tandas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Bolaang Mongondow Raya tersebut.
Sedianya, Kadispertanak diharapkan hadir dalam rapat tersebut untuk memberikan klarifikasi langsung. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir karena di saat yang bersamaan sedang mendampingi kunjungan kerja dari pihak kementerian di lokasi lain.
Penulis : Redaksi Infosulut.id
