Manado, Infosulut.id – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut melakukan turun lapangan (turlap) untuk meninjau langsung pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kalasey Satu pada Rabu (13/5/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan guna memastikan progres pembangunan fasilitas ekonomi di tingkat desa tersebut berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Alex Rompies mengungkapkan bahwa pembangunan fisik untuk fasilitas ekonomi masyarakat ini sudah rampung sepenuhnya.
”Pembangunan gerai dan gudang KDKMP Kalasey Satu kini telah mencapai 100 persen. Fasilitas ini diharapkan kelak dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan koperasi sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk lokal,” ungkap Alex
Alex menjelaskan, saat ini proses pengadaan sarana penunjang sedang disiapkan oleh mitra pelaksana, PT Agrinas Pangan Nusantara. Sejumlah fasilitas operasional akan segera disalurkan untuk mendukung kinerja gerai dan gudang tersebut.
Fasilitas yang disiapkan meliputi 1 unit truk 6 ban, 1 unit pickup 4×4, 2 unit motor roda tiga, rak display, meja, pendingin ruangan (AC), serta berbagai perlengkapan operasional lainnya.
Agenda turlap ini turut dihadiri oleh Danramil Minahasa dan Babinsa setempat. Kehadiran unsur TNI ini menjadi bentuk sinergi dan dukungan nyata dalam mengawal program ekonomi kerakyatan di tingkat desa agar berjalan aman dan kondusif.
Sebelum meninjau lokasi, Komisi II bersama Komisi IV DPRD Sulut yang membidangi Kesejahteraan Rakyat telah melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Koperasi RI di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) lalu.
Rombongan wakil rakyat yang hadir dalam audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Inggried Sondakh SE, MM (Golkar), Sekretaris Komisi II Dhea Lumenta SE (Gerindra), serta anggota komisi lainnya yaitu Ruslan Gani S.Sos, MM (PDIP), Seska Budiman (Nasdem), dan Angelia Regina Wenas SE (Demokrat).
Dalam turlap di Kalasey Satu, rombongan DPRD Sulut pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan hasil pertemuan dari kementerian dan PT Agrinas Pangan Nusantara kepada para pengurus KDKMP serta Hukum Tua (Kepala Desa) setempat.
Ketua Komisi II DPRD Sulut, Inggried Sondakh, menegaskan bahwa program penguatan koperasi desa ini mendapatkan dukungan penuh dari anggaran pusat. Setiap koperasi yang terpilih mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 3 miliar.
Anggaran jumbo tersebut dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik gerai, gudang, hingga pengadaan armada kendaraan serta perlengkapan pendukung lainnya. Inggried juga meluruskan status pembiayaan agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat.
“Pembiayaan ini dicicil dan dibayarkan oleh APBN, bukan oleh KDKMP, sesuai dengan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 15 Tahun 2026,” tegas Inggried
Dengan adanya skema dukungan penuh dari APBN ini, koperasi diharapkan bisa langsung tancap gas berfokus pada pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan tanpa harus terbebani oleh modal investasi awal yang besar. Targetnya, koperasi mampu menjelma menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Pihak DPRD dan Dinas Koperasi Sulut mengaku sangat optimis bahwa kehadiran gerai dan gudang KDKMP Kalasey Satu ini akan membawa dampak instan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Kolaborasi apik antara legislatif, pemerintah daerah, kementerian, hingga unsur TNI diharapkan bisa menjadi pilot project dan model percepatan ekonomi desa di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
(CR).
