Investasi Capai Rp10,5 triliun, Gubernur Yulius : KEK Bitung Menjadi Pilar Utama Tingkatkan Daya Tarik Investasi Daerah

oleh -16 Dilihat
oleh

Bitung, Infosulut.id – Percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis industri terus digencarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara saat ini.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus turun langsung meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kamis (30/4/2026).

Tinjauan tersebut guna memastikan pengembangan kawasan strategis tersebut berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Gubernur menegaskan bahwa KEK Bitung menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keberadaan infrastruktur yang semakin memadai serta ekosistem industri yang terintegrasi dinilai menjadi kunci utama dalam menarik minat investor.

“KEK ini adalah magnet investasi. Ketika infrastruktur siap dan industri terhubung, maka kepercayaan investor akan meningkat,” ujar Yulius.

Perubahan signifikan terlihat pada aksesibilitas kawasan.

Dukungan pembangunan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah memperbaiki infrastruktur jalan yang sebelumnya menjadi kendala utama.

KEK Bitung yang memiliki luas sekitar 534 hektare ini sempat dianggap kurang kompetitif karena kondisi topografi berbukit.

Namun, dengan peningkatan infrastruktur, persepsi tersebut mulai berubah. Kawasan kini dinilai lebih siap menampung berbagai investasi industri.

Hingga tahun 2026, realisasi investasi di KEK Bitung telah mencapai sekitar Rp10,5 triliun.

Angka ini diperkirakan terus bertumbuh seiring masuknya proyek-proyek baru, terutama di sektor industri pengolahan.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Pemerintah tengah mendorong pembangunan pabrik pengolahan pala, serta memperkuat sektor perikanan melalui fasilitas cold storage dan industri pengalengan.

Di sisi lain, sektor logistik juga menunjukkan perkembangan positif.

Layanan ekspor langsung (direct call) dari Bitung ke pasar internasional seperti Jepang dan China mulai dioptimalkan.

Skema ini dinilai mampu menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor Sulut.

“Sekarang pelaku usaha bisa langsung menembus pasar global dari Bitung. Ini membuka peluang ekonomi yang jauh lebih besar,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulut menargetkan KEK Bitung menjadi pusat hub ekspor-impor di kawasan timur Indonesia.

Dengan dukungan pelabuhan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, serta penguatan industri hilir, kawasan ini diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.(Kifli).