Kotamobagu, infosulut.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu, Selasa (10/3/2026).
Yulius Selvanus Komaling memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Weny Gaib dan Rendy Virgiawan Mangkat menyambut kedatangan rombongan gubernur di masjid terbesar di Kota Kotamobagu tersebut.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir. Di antaranya unsur Forkopimda, kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya, tokoh agama, serta pengurus TP PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Kotamobagu. Ratusan jamaah juga memadati masjid.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Sulawesi Utara bersama rombongan ke Kota Kotamobagu.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kota Kotamobagu, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Gubernur beserta rombongan,” ujar Weny.
Ia menilai Safari Ramadan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pertemuan seperti ini dapat mempererat silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, mengungkapkan rasa syukur karena dapat bertemu langsung dengan masyarakat Kotamobagu pada bulan Ramadan.
Ia mengatakan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda tahunan pemerintah. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Nilai disiplin, kesabaran, dan kejujuran yang lahir dari Ramadan harus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” kata gubernur.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan daerah. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan dan investasi.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyerahkan bantuan kepada masyarakat serta kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. Bantuan itu mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di daerah.
Di akhir sambutannya, gubernur mengajak masyarakat menjaga nilai toleransi. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat persaudaraan yang dikenal dengan semboyan Torang Samua Basudara.
