BPOM Manado Intensifkan Pengawasan Takjil, 89 Sampel Dinyatakan Bebas Bahan Berbahaya

oleh -49 Dilihat
oleh

(Info Foto : Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Manado, Hermanto saat berbincang dengan pedagang takjil)

Manado, Infosulut.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Manado menggelar aksi intensifikasi pengawasan pangan olahan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat terhadap produk pangan, khususnya takjil yang marak dijajakan di pinggir jalan.

Kepala Balai Besar POM Manado Hermanto menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak 17 Februari dan akan terus berlangsung hingga 17 April mendatang. Fokus pengawasan terbagi menjadi dua sektor utama: inspeksi pada distributor dan toko swalayan, serta pengawasan langsung terhadap pedagang takjil melalui laboratorium keliling.

“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari pengawasan pangan olahan di bulan Ramadan. Kami menyisir sejumlah titik krusial di Kota Manado, mulai dari Malalayang, Bahu, Boulevard, wilayah Angkatan Udara (Mapanget), Paal Dua, hingga Tuminting,” beber Hermanto

Dalam operasi kali ini, tim gabungan yang terdiri dari BPOM Manado, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Kota Manado, serta pramuka Saka POM dari SMA 7 Manado, melakukan pengambilan sampel secara acak.

Berdasarkan hasil pengujian di mobil laboratorium keliling terhadap 89 sampel pangan takjil, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau bebas dari empat parameter bahan berbahaya yang sering disalahgunakan, yaitu:

Formalin

Boraks

Metanil Yellow (Pewarna kuning tekstil)

Rhodamin B (Pewarna merah tekstil)

Meski hasil uji laboratorium menunjukkan hasil negatif terhadap bahan kimia berbahaya, BPOM tetap menekankan pentingnya aspek higiene dan sanitasi kepada para pedagang. Petugas meminta pedagang untuk memastikan makanan tertutup rapat guna menghindari debu dan lalat, serta menjaga kondisi kesehatan saat melayani pembeli.

“Kami terus memantau agar pedagang menggunakan wadah transparan yang tertutup. Selain bahan kimia, faktor kebersihan lingkungan dan kesehatan pedagang juga menjadi kunci keamanan pangan,” tambahnya.

BPOM menegaskan akan terus melakukan penelusuran hingga ke produsen utama jika ditemukan pelanggaran di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih jeli dalam memilih makanan dengan memerhatikan ciri fisik, seperti menghindari takjil dengan warna yang terlalu mencolok atau ngejreng yang berpotensi mengandung zat pewarna non-pangan.

Penulis : Redaksi Infosulut.id