Manado, Infosulut.id – Bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) mulai memanas. Nama Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan, Michaela Elsiana Paruntu, mencuat sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi sang kakak, Christiany Eugenia Paruntu.
Michaela, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat provinsi. Ia diprediksi akan bersaing ketat dengan calon potensial lainnya, Tonny Lasut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Michaela telah mengamankan dukungan awal sebesar 30% suara dari pemilik hak suara di Musyawarah Daerah (Musda). Dukungan ini menjadi modal krusial bagi Michaela untuk melenggang ke kursi kepemimpinan Golkar Sulut.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut, Raski Mokodompit, menegaskan bahwa Michaela memenuhi seluruh kriteria yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan tersebut.
“Ibu Michaela Elsiana Paruntu sangat memenuhi syarat sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulut. Peluang itu sangat memungkinkan,” ujar Raski saat dihubungi pada Rabu (4/2/2026).
Senada dengan Raski, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, menjelaskan bahwa setiap kader memiliki hak yang sama selama patuh pada regulasi internal partai.
“Ibu Michaela memang sudah memenuhi syarat yang ditentukan dalam aturan partai, layaknya kader lain. Setiap calon harus memenuhi ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar,” jelas Feryando.
Meski dukungan terhadap Michaela terus mengalir, kepastian jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulut masih menunggu keputusan dari pusat. Feryando mengungkapkan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
“Untuk jadwal pelaksanaan Musda, kami masih menunggu arahan DPP. Saat ini masih terdapat tujuh DPD I di seluruh Indonesia yang belum melaksanakan Musda,” pungkasnya.
Hadirnya Michaela dalam bursa calon ketua ini dipandang sebagai langkah regenerasi kepemimpinan Golkar di Sulawesi Utara guna menjaga soliditas partai menjelang agenda-agenda politik mendatang.*CR
