Manado, Infosulut.id – Kepemimpinan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus dan pasangannya Dr Victor Mailangkay diyakini akan mampu membuat banyak perubahan dan terobosan baru baik dalam hal pengembangan SDM, Pembenahan infrastuktur maupun pelayanan publik. Hal ini dikatakan Dosen FISIP Unsrat Ferry Daud Liando ketika menjadi narasumber pada Diskusi “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Gubernur Sulawesi Utara” yang digelar AMSI-AJI Manado dan SIEJ Sulut, Kamis 3 Desember 2025.
Menurut Liando, ada 3 alasan yang membuatnya optimis kepemimpina Yulius Selvanus dan pasangannya Dr Victor Mailangkay akan membawa perubahan dan terobosan baru dalam kepemimpinan mereka.
Kata dia, Pertama backround politik yang sama antara Presiden Prabowo dan Gubernur Yulius Selvanus. Beckround partai politik yang sama pasti akan memiliki kesamaan visi, orientasi dan tujuan politik. Proposal pembangunan yang akan di ajukan Gubernur tidak mungkin akan di tolak oleh kementerian.
“Kebijakan pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang dilakukan pemerintah pusat, mungkin bagi daerah lain akan menyulitkan. Tapi bagi Sulut pemotongan itu tidak akan berdampak. “Sebab secara politik Gubernur Yulius Selvanus itu punya akses politik dengan kementerian,”ungkapnya.
Dijelaskannya, Pemotongan TKD bukan berarti TKD ditiadakan. TKD yang selama ini di kelola oleh pemerintah daerah, hanya di pindahkan pengelolaanya ke kementerian.
“Jadi gubernur mana yang punya akses ke kementerian akan sangat diuntungkan dengan kebijakan ini,”jelasnya.
Lanjut dia, Kedua sikap profesionalitas Gubernur Yulius Selvanus yang tidak serta mengganti secara total pejabat tinggi pratama tertentu yang merupakan warisan kepala daerah terdahulu, tentu akan sangat menguntungkan dirinya dan pada tata kelola pemerintahan itu sendiri.
“Dibeberapa daerah, banyak kepala daerah baru langsung mencopot beberapa pejabat karena alasan politik. Namun yang terjadi malah kepala daerah itu mengalami kesulitan lain karena ternyata pejabat-pejabat baru dalam lingkarannya tidak memiliki pengalaman dalam tata kelola pemerintahan terutama dalam menghadapi kondisi-kondisi khusus yang urgen dan kasuistis,”ungkap Liando.
Sebagian beralasan lanjutnya, penggantian itu untuk loyalitas.
“Bagi saya lebih mudah membentuk loyalitas pejabat ketimbang mencari pejabat profesional. Jika seseorang telah dipercayakan pada jabatan tertentu, maka akan secara otomatis loyalitasnya terbentuk. Namun jika hanya mengharapkan loyalitas, maka belum tentu yang bersangkutan memiliki pengalaman dan profesionalitas,”jelas dia.
Ungkap dia, Sepertinya ini menjadi pertimbangan Gubernur Yulius Selvanus sehingga tetap mempertahankan posisi-posisi strategis pada pejabat-pejabat tertentu.
“Kita harus mengapresiasi kepemimpinan Yulius Selvanus soal ini” kata Liando.
Ketiga katanya lagi, soliditas dan kekompakan kepemimpinan Yulius Selvanus dan pasangannya Dr Victor Mailangkay selama ini melahirkan rasa optimisme bahwa keduanya akan mampu mewujudkan apa yang mereka janjikan dalam visi misi politik mereka yang dituangkan dalam Perda RPJMD.
“Keduanya saling berkolaborasi dan saling melengkapi satu sama lain. Wagub Victor Mailangkay sepertinya sangat memahami posisi dan kedudukanya sebagai wakil dan tidak menunjukan posisi yang setara,”jelas dia.
Di beberapa daerah, katanya beberapa wakil kepala daerah terlibat konflik dengan pasangannya, hubungan tidak harmonis. Wakil kepala daerah menginginkan peran yang sama, mengrapkan distribusi kewenangan yang sama. Alasannya karena memberi kontribusi besar pada pemenangan saat pilkada. Jika pasangan kepala daerah tidak harmonis maka tata kelola pemerintshan akan rusak, birokrasi terganggu dan pelayanan publik akan terabaikan.
“Saya berharapa, keteladanan yang ditunjukan Gubernur Yulius Selvanus dan Dr Victor Mailangkay menjadi contoh bagi pasangan kepala daerah lain di sulut.(Kifli).
