Raski Ingatkan PDPS Soal Keuangan Daerah Yang Goyah Dalam Dua Tahun Terakhir

oleh -17 Dilihat
oleh

Manado,Infosulut.id – Rapat Lanjutan Panitia Khusus (Pansus) Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menuai sorotan dari Wakil Pansus yang juga anggota DPRD Sulut Raski Mokodompit.

Raski mengingatkan prihal Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut (PDPS) untuk meninjau kembali kondisi keuangan daerah sebagai acuan dalam menyusun strategi.

Ia menjelaskan kondisi keuangan APBD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sempat berada dalam keadaan cukup sehat, namun dalam dua tahun terakhir mengalami tantangan.

“Dua tahun terakhir ini, APBD kita agak goyah. Karena itu, penting bagi Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut untuk memperhitungkan langkah ke depan,” celetuk Raski Senin, (10/11/2025).

Lebih lanjut Ia menekankan adanya efisiensi dengan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat dan berbagai faktor lainnya membuat Pemerintah Provinsi, khususnya Gubernur Yulius Selvanus, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat berkontribusi lebih dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Artinya, Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut harus dimaksimalkan. Mungkin Perumda bukan menjadi penyumbang utama PAD, tapi setidaknya jika bisa berdiri sendiri, sudah mampu membuka lapangan kerja,” jelas Raski.

Ia-pun optimis mengenai penyerapan tenaga kerja oleh Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut akan membantu menggerakkan roda ekonomi di Sulut.

“Kalau ekonomi berputar, maka masyarakat juga akan merasakan dampaknya. Jadi, mari kita lihat apa yang bisa dimaksimalkan ke depan,” jelas Raski.

Adapun Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut, Olvie Ateng meminta dukungan dari DPRD agar PDPS dapat diberi kesempatan mengelola potensi di daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penyumbang PAD.

“PAD di Kota Kotamobagu cukup tinggi. Sudah disurvei, tapi saat ini masih dikelola oleh Dinas Perhubungan,” ucap Olvie.

“Untuk Minahasa, khususnya Pasar Tondano dan Amurang, kami sudah sampai pada tahap pembahasan MoU dan PKS. Namun karena adanya pergantian kepemimpinan, prosesnya masih kami tahan sementara,” celetuknya

Tambah Olvie. Untuk Amurang, mereka sudah ajukan proposal dan sempat membahas dengan Bupati, tapi belum ada kejelasan. Sedangkan di Kotamobagu, potensi PAD sangat besar jika PDPS bisa ikut mengelola.

Penulis : Candle Rogaga