Sulut Tuan Rumah Conference of Sustainable Coral Reefs Internasional Menghadirkan 24 Negara

oleh -46 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Kegiatan akbar Dunia kembali dilaksanakan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan International Conference of Sustainable Coral Reefs akan berlangsung mulai 13 – 15 Desember 2024.

Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc selaku ketua Panitia International Conference of Sustainable Coral Reefs 2024 menuturkan, Iven international ini bakal megah karena para Peserta dari 24 negara dipastikan hadir.

“Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono direncanakan membuka konferensi tersebut Jumat (13/12/2024) siang,”katanya Kamis (12/12/2024).

Lanjut dia, iven international tersebut hendak meneruskan gaung dari iven WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken yang membuat Sulut mendunia. “Konferensi international tersebut akan menghasilkan pesan penting untuk penyelamatan terumbu karang dunia,” katanya

Ungkap dia, Sulut juga bakal mendunia di iven kali ini.
Para ahli sedunia akan kumpul di Sulut membahas isu kelautan dan deklarasi.

“Ada peserta dari 24 negara,” katanya.

Ia menyebut terdapat delapan goals dalam konferensi tersebut. “Diantaranya peluncuran buku, kemudian ada progress Lautra dan proposal Unesco untuk ikan Coleacant,” jelasnya.

Dia membeber, rangkaian kegiatan tersebut akan dimulai kegiatan makan gratis di Bitung.
Kemudian ada pembahasan. “Ada juga transplantasi terumbu karang di Desa Tihowo kabupaten Minut,” katanya.

“Nantinya lebih dari 700 ilmuwan dari 24 negara akan berkumpul di CTI Center dan Grand Kawanua Convention Center, Manado, untuk berbagi inovasi dan Solusi demi pelestarian terumbu karang yang menjadi sumber penghasilan perikanan dan ketahanan pangan global,”ungkap dia.

Terdapat 13 topik kunci yang dibicarakan, dengan berbagai pemaparan menarik yang akan dibawakan, antara lain:

• “Status Terumbu Karang Dunia” oleh ICRI-Perancis;
• “Molluska Pada Terumbu Karang Di Sulawesi Utara” oleh Universitas Sam Ratulangi;
• “Status dan Cara Merestorasi Terumbu karang” oleh ZMT-Bremen, Jerman;
• “Peran Laut Indonesia Menghadapi Perubahan Iklim Global” oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan;
• “Penggunaan Machine Learning Untuk Mengamati Pemutihan Karang dan Gelombang Panas di Laut” oleh Sun Yat Sen University, Tiongkok;
• “Terumbu Karang Sebagai Potensi Penemuan Obat Baru” oleh Hokkaido University, Jepang;
• “Ekonomi Biru di Taman Nasional Raja Ampat, Papua Barat”, oleh Charleston College, South Carolina – USA.

*Peluncuran Buku*
Pada kesempatan ini, Kementerian PPN/BAPPENAS akan meluncurkan dokumen: ”Terumbu Karang Indonesia: Masa Kini dan Masa Depan” sebagai rujukan untuk konservasi, preservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan secara lestari terumbu karang di Indonesia.(Kifli).