Pererat Silaturahmi, Jamaah Mesjid Al Ihsan Klabat Minut Gelar Halal Bi Halal

oleh -54 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Minahasa Utara
menggelar kegiatan Halal BI Halal di Desa Klabat Kecamatan Dimembe bertempat di Mesjid Al Ihsan, Minggu (07/05/2023).

Dalam laporan Ketua Panitia, Rasni Bone bahwa acara Halal bi Halal di laksanakan guna menjalin hubungan silaturahmi antara umat Islam.

“Pada kesempatan ini pula mari memanfaatkannya untuk saling meminta maaf dan saya ingin meminta maaf, bila ada kata-kata yang kurang berkenan, kepada bapak dan ibu sekalian, kiranya Allah SWT akan mengampuni dan memberikan kita kelimpahannya,” ungkap bone.

Sementara dalam sambutan Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Minahasa Utara, Sarhan Antili yang juga anggota DPRD Minut ini menjelaskan, sebagai pengurus PHBI, Alhamdulillah pada hari bisa bekerjasama dengan ibu-ibu Nahdlatul Ulama (NU) Jamaah Masjid Al Ihsan Desa Klabat,”ungkap Sarhan.

Sarhan kembali menjelaskan dimana tugas dari PHBI juga menyampaikan dakwah setiap kegiatan hari besar Islam.

“Semoga dalam penyampaian dakwah dari PHBI, bisa menyatukan seluruh kekuatan umat guna menciptakan toleransi di Kabupaten Minahasa Utara,” jelas Sarhan.

Kata Sarhan lagi, untuk tahun 2024 sebagai anggota DPRD yang masih aktif, saya sudah menganggarkan untuk pelaksanaan Pembangunan sebesar 200 juta, nanti itu akan kami kawal .

“Di tahun ini pula kami akan memberikan bantuan kepada Pengurus NU Minahasa Utara ada 9 kecamatan, nanti kita akan melakukan kegiatan khusus bersama,” pungkas antili.

Sambutan kemudian di lanjutkan oleh Pemerintah kabupaten Minahasa Utara yang diwakili Kepala Badan Kesbang dang Politik, Sammy Rompis. Kata dia, atas nama Bupati dan Wakil Bupati Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengucapkan selamat menyelenggarakan halal bI halal.

Rompis melanjutkan, acara ini sebagai perwujudan dari rasa syukur, kebersamaan, silahturahmi, bersama umat Islam, guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Halal bi halal seperti ini adalah tradisi, kegiatan seperti ini adalah sarana, sebagai penyambung ikatan silaturahmi bagi sesama umat muslim dan umat yang berada di sekitarnya, biarlah kita saling memberikan salam dan memaafkan,” ungkap rompis

Rompis kembali menambahkan, silahturahmi ini akan membebaskan kita dari perbedaan, dengan silahturahmi kita saling mendukung, komunikasi yang baik tentunya akan membuat kita mendapatkan pencapaian yang baik.

“Pemerintah kabupaten Minahasa Utara sangat mendukung dan merespon kegiatan seperti ini, untuk kebersamaan, visi dan misi guna membentuk toleransi antar umat dan beragama,”jelas Sammy .

Lanjutnya, Pemerintah juga mendukung PHBI dalam pelaksanaan sosial, ilmiah dan keterampilan dalam sistem yang baik.

“Biarlah PHBI menjadi alat pemersatu umat dan masyarakat menjadi pelopor kebersamaan untuk menjadi kekuatan dan keutuhan antar umat,” tutup rompis

Kemudian kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian hikmah halal bi halal oleh al ustadz al mukarom Haji Umar Maliki.

Kata Ustadz, halal bi halal terjadi pasca Idul Fitri dan kegiatan ini hanya ada di Indonesia dan paling banyak di lakukan di Sulawesi Utara.

“Ini adalah ide dari bung Karno, pasca kemerdekaan bung Karno sebagai proklamator melihat ada potensi krisis generasi bangsa,” ungkap ustad.

Katanya lagi, bung Karno kemudian mengambil keputusan guna mencega hal tersebut, maka diambilah kesempatan untuk mencoba mempersatukan anak bangsa.

“Kebetulan itu di bulan ramadhan, makanya ketika pasca ramadhan bung Karno ingin membuat kegiatan untuk mempersatukan anak – anak bangsa, maka di dapatlah format halal bi halal,” jelas ustad .

Ustad kembali menjelaskan dimana halal bi halal sendiri memang adalah bahasa Arab, tetapi bahasa arab yang sudah baku menjadi bahasa Indonesia.

“Ini adalah budaya yang sudah populer di Indonesia, arti halal bi halal sendiri adalah yang halal dengan yang halal, artinya yang harus di halalkan sikap kita, ucapan tubuh kita,” tegas ustad.

Kemudian ustad menambahkan dimana ada kata atau tindakan yang menyinggung kita baik di medsos ataupun yang keluar dari mulut dan tingkah kita halalkan.

“Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, namanya manusia pasti memiliki kesalahan, karena yang benar hanyalah Allah SWT,” jelas dia.

Tutup beliau, pentingnya dalam kehidupan ini kita saling peduli satu sama lain, sabar dalam perkataan maupun tingkah laku.

Penulis : Candle
Editor : Julkifli