Manado, infosulut.id – Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven Kandouw secara resmi launching TEFA milik SMK Negeri 1 Manado baik TEFA Coffe Shop dan Laundri jurusan Perhotelan guna melaksanakan pembelajaran berbasis industri untuk meningkatkan skill serta kemampuan siswa-siswi Jurusan perhotelan di SMK negeri 1 Manado, pada Selasa (10/10/2023).
Hadir mendampingi Wagub Kandouw adalah Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut Denny Mangala, Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, DR Femmy Suluh, Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin Kountu, Kabid Pembinaan SMK, Vecky Pangkerego, Kepala SMKN 1 Manado, Telly Olivia Anthonia Ticoalu.
Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven Kandouw pun mengungkapkan, peluang kerja lulusan SMK sangatlah menjanjikan di Dunia Kerja dan Dunia Industri.
“Lulusan SMK sudah siap kerja karena mereka sudah memiliki skill atau keahlian setelah lulus,”kata Wagub Kandouw.
Lanjut Kandouw, bapak Gubernur Sulut Olly Dondokambey setiap Tahun menargetkan mengirim tenaga kerja ke Jepang 1.000 orang dan peluang ini harus diambil.
“Pengiriman tenaga kerja ke Jepang adalah peluang yang sangat baik bagi lulusan SMK di Sulut dimana semua jurusan akan kerjasama dengan bertahap,”jelas Kandouw.
Sementara itu Ketua Program Studi SMKN 1 Manado, Ivana Emelia Sasia S.Pd menyampaikan, Tefa/Teaching factory adalah proses pembelajaran siswa berbasis industri, dimana siswa-siswa menerapkan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan SOP yang diberlakukan di dunia kerja.
“Tentunya dalam kegiatan Tefa ini, anak-anak akan mendapatkan banyak manfaat . Yang pertama mereka bisa menjadi kompeten, serta mengasah skill mereka, contohnya restoran service, mereka akan belajar bagaimana cara melayani tamu, sesuai dengan SOP yang diberlakukan dalam dunia kerja khususnya Hotel,” ujar ivana Sasia.
Kembali ivana menjelaskan, untuk Teaching factory, masih diberlakukan secara internal, karena jika ingin membuka secara umum, harus di urus dulu mengenai surat ijin usaha.
“Tefa/Teaching factory dikelolah oleh tim tefa yang sudah terbentuk, jadi ada 2 tim tefa yang sudah terbentuk yaitu coffee shop dan Laundry, penanggung jawab utama Kepalah Sekolah, kemudian ada kordinator yaitu Kaprodi, ada ketuanya, anggota-anggota serta sekretaris, melibatkan semua guru perhotelan yang ada,” terang Ivana.
Lanjut dia, bahwa siswa yang terlibat dalam kegiatan Tefa sendiri adalah kelas 11 dan 12. Khususnya untuk kelas 12 karena mereka sudah sangat mahir, apalagi mereka sudah melewati proses PKL selama 6 bulan.
“Mengapa kami memilih kelas 11, karena khusus kelas 11 sebagai proses pembelajaran, dan diharapkan kelas 12 akan membimbing mereka,” pungkasnya.
Peliput : Candle
Editor : Julkifli
