Wujudkan Sekolah Asri, Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Bantuan Sekolah Revitalisasi di Sulut Capai Rp 231 Miliar

oleh -29 Dilihat
oleh
oplus_0
Manado, Infosulut.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed meresmikan revitalisasi bantuan pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berlangsung di TK Negeri 10 Manado, pada Selasa (21/04/2026).

Program ini mencakup 247 sekolah yang direvitalisasi serta pembangunan satu sekolah baru dengan total anggaran Rp 231 miliar.

Peresmian revitalisasi sekolah se-Sulawesi Utara dilaksanakan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri”.Panduan Kota & Daerah

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE, para Bupati/Walikota se-Sulawesi Utara, Kepala Dinas se-Sulawesi Utara dan kepala sekolah penerima Revitalisasi.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, hijau, dan sehat bagi peserta didik, khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Revitalisasi yang dilakukan mencakup pembenahan sarana dan prasarana sekolah, penataan lingkungan, serta peningkatan kualitas fasilitas pendidikan yang lebih ramah anak.Konsultasi pemerintah daerah.

Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa khusus Sulut tercatat ada 248 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi, dengan rincian terdiri dari 247 sekolah yang direnovasi dan satu unit sekolah baru.

“Total anggaran revitalisasi yang dialokasikan untuk Sulawesi Utara mencapai Rp231 miliar lebih,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk Kota Manado sendiri terdapat 18 sekolah yang direvitalisasi atau sekitar 7,3 persen dari total di provinsi.

Secara nasional, pada 2025 Kementerian telah merevitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan. Artinya, melampaui target awal sebesar 10.440 sekolah.

Sementara pada 2026, target awal sebanyak 11.744 sekolah diproyeksikan meningkat hingga 71.744 satuan pendidikan sesuai arahan Presiden.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan perangkat teknologi pendidikan berupa interactive flat panel (IFP).

“Pada 2025, sebanyak 288.865 unit telah didistribusikan ke 38 provinsi, dan pada 2026 direncanakan penambahan hingga ratusan ribu unit,” tandasnya.

Khusus Sulut, pada 2025 tercatat menerima 3.760 unit IFP yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB. Sementara Kota Manado mendapat alokasi 56 unit atau sekitar 13,5 persen dari total distribusi di provinsi.

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan tentang data tenaga pendidik di Sulut yang mencapai 38.581 orang, terdiri dari 4.420 kepala sekolah dan 34.161 guru. Sebagian besar kepala sekolah ASN telah tersertifikasi, meski masih terdapat yang belum memenuhi sertifikasi, baik dari kalangan ASN maupun non-ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah berkunjung langsung ke daerah.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat untuk kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara. Kami sangat bersyukur dan meyakini kehadiran Menteri membawa banyak ‘oleh-oleh’ positif bagi dunia pendidikan di daerah ini,” ujar Gubernur.Sekolah Dasar & Menengah (K-12)

Menurutnya, program revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas fisik sekolah, tetapi juga akan memberikan motivasi baru bagi tenaga pendidik dan peserta didik untuk terus berprestasi.

Kegiatan peresmian ini menjadi tanda penting dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih baik di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia maju.(Kifli).