Manado,Infosulut.id – Pascal Toloh Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh oknum Aparat dalam Aksi Massa di Gedung DPRD Sulawesi Utara.
Sebagaimana diungkapkan Pascal, ia mengecam dan menyayangkan brutalitas oleh oknum aparat kepada dirinya dan beberapa teman massa aksi lainnya. Senin (01/09/2025)
”Dengan melakukan tindakan berlebih tanpa alasan yang jelas. Dapat saya jelaskan kronologinya : Pada situasi demonstrasi 1 September 2025 di Gedung DPRD Sulut, Sekitar pukul 18.15, saya selaku pengacara publik YLBHI-LBH Manado yang kala itu lagi melakukan pemantauan, melihat seorang peserta aksi ditarik sampai tergeletak di tanah dan dipukuli oleh aparat kepolisian,”beber Pascal
Lanjut Pascal menjelaskan, secara langsung ia tergerak mencoba menolong dan memberikan bantuan hukum kepada peserta aksi tersebut.
”Saat mengevakuasinya, saya justru dibekuk, dipukuli, diseret dan ditangkap secara sewenang-wenang oleh oknum aparat ke dalam gedung DPRD Sulut dan dipaksa untuk memberikan keterangan tanpa alasan yang jelas, Sehingga saya menolak tetapi terus dipaksa oleh aparat dengan dalih diamankan,”jelas Pascal
Ia menyampaikan bahwa dirinya merupakan pengacara publik yang dapat memberikan bantuan hukum, tapi penjelasan itu tidak diindahkan aparat kepolisian. Setelah diseret kedalam gedung ia kemudian baru dilepas karena ada tekanan dari massa Aksi.
”Akibat penganiayaan tersebut, saya mendapat memar disekujur tubuh. kemudian sempat mendapat perawatan ala kadarnya. Saya kemudian dievakuasi, kembali ke kantor LBH Manado sekitar pukul 19.30. Pukul 20.30 bersama tim advokasi membuat laporan pidana dan etik di Polda Sulut,”sahut Pascal
Selain itu YLBHI akan mendampingi kasus ini untuk di usut tuntas baik di tingkat pusat sampai daerah.
”Praktik brutalitas ini menunjukan adanya pola penangkapan yg sewenang-wenang kepada massa aksi atau “asal tangkap”, karena jelas melakukan penangkapan disertai tindakan kekerasan yang berlebih tanpa alasan yang jelas. Ini menunjukan urgensi reformasi polri karena kita semua bisa kena,”pungkas Pascal
(Candle)
