OJK Sulutgomalut Gelar Puncak HIM dan BLK 2025 Yang Dikemas Secara Kreatif dan Interaktif Diisi Berbagai lomba

oleh -16 Dilihat
oleh

OJK Sulutgomalut menggelar puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Manado, Rabu (20/8/2025).(Foto:ist).

Manado, Infosulut.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) menggelar puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Manado, tepatnya di gedung mapalus kantor Gubernur pada Rabu (20/8/2025).

Rangkaian kegiatan tersebut dikemas secara kreatif dan interaktif melalui lomba cerdas cermat keuangan, English Speech Competition, serta Instagram Reels Competition.

Terlihat juga antusiasme generasi muda sangat tinggi, terbukti dari keterlibatan puluhan sekolah dan kampus yang bersaing menyampaikan pesan pentingnya literasi keuangan.

Kegiatan tersebut sukses dengan dihadiri ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi di Sulawesi Utara, dengan dukungan 17 industri jasa keuangan (IJK).

Melalui Kepala OJK Sulutgomalut, Robert Sianipar, mengatakan bahwa menabung tidak sekadar menyimpan dana di bank, tetapi merupakan fondasi utama ketahanan finansial sekaligus strategi pengelolaan keuangan jangka panjang.

“Menabung bukan hanya soal menyisihkan uang, tetapi juga wujud investasi karakter: disiplin, terencana, dan berorientasi masa depan. Jika budaya ini tumbuh kuat di tengah masyarakat, ia akan menjadi modal sosial dan ekonomi yang penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Robert.

Lanjut dia, perkembangan budaya menabung di Sulut menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah rekening tabungan di Sulut mencapai 4,84 juta rekening dengan total nominal Rp19,10 triliun, tumbuh 7,94% year on year dibandingkan Juni 2024.

“Angka tersebut bahkan melebihi jumlah penduduk Sulut yang hanya sekitar 2,7 juta jiwa, mencerminkan semakin banyak masyarakat memiliki lebih dari satu rekening tabungan,”katanya.

Dia menambahkan, keberhasilan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama periode HIM 2025 di Sulut, dengan capaian 1.098 peserta dan total simpanan Rp4,75 miliar.

“Program tersebut tidak hanya memperluas kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga memastikan rekening benar-benar aktif digunakan serta disertai edukasi keuangan yang memadai,”katanya.

Lanjut dia, momentum ini harus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi cerdas finansial, tangguh menghadapi era digital, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian bangsa,” tambah Robert.

“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa memperkuat budaya menabung di kalangan generasi muda sekaligus mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada 2025 sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029,” tutupnya.

Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE melalui Kepala Biro Perekonomian Reza Dotulung menyampaikan, Pemerintah provinsi Sulut memgapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada OJK Sulutgomalut serta seluruh mitra perbankan dan lembaga jasa keuangan yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.

“Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus merupakan implementasi dari Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 yang bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budaya menabung sejak dini,”kata Dotulung.

Lanjutnya, menabung bukan hanya sekadar menyimpan uang, tetapi juga merupakan langkah awal membangun karakter hidup hemat, disiplin, dan terencana. Selain itu, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang digalakkan oleh OJK merupakan inisiatif luar biasa.

“Program ini membuka akses
keuangan seluas-luasnya bagi generasi muda, sekaligus mendukung terciptanya inklusi keuangan yang lebih merata. Dengan memiliki rekening, para pelajar belajar bertanggung
jawab terhadap pengelolaan uang, memahami arti investasi masa depan, dan terhindar dari perilaku konsumtif yang berlebihan,”ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia kegiatan Bulan Literasi Keuangan menjadi sangat elevan. Literasi keuangan bukan hanya tentang
memahami produk perbankan, asuransi, atau investasi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak, menghindari jebakan pinjaman online ilegal, serta menggunakan layanan keuangan digital
secara aman dan bertanggung jawab.

“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus bersinergi dengan OJK, Bl, perbankan, lembaga keuangan, dunia pendidikan, dan seluruh stakeholder guna mendorong terciptanya masyarakat yang well iterate, financially inclusive,
dan resilient secara ekonomi. Sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Utara menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan memiliki peranan vital,”jelasnya.(Kifli).