Manado,Infosulut.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut Menggelar Rapat lanjutan Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rapat dipimpin langsung oleh ketua Pansus Louis Carl Shramm yang kemudian memberikan Kesempatan kepada Wakil ketua Pansus Inggried Sondakh angkat suara perihal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Sulawesi Utara. Senin (04/08/2025) Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut
Inggried Memulai dengan mempertanyakan presentasi data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara ”Presentasinya naik seperti apa misalnya, karena dalam logika berpikir, mohon maaf kalau salah, harus dengan sistem yang semakin canggih, mungkin orang itu tidak tertarik lagi, maaf sorry to say, ke perpustakaan misalnya, mohon koreksi,”ucap Wakil ketua Pansus .
Lebih lanjut Ia menjelaskan, atau mungkin Ia dan teman-teman banyak yang tidak tahu bahwa perpustakaan sekarang kondisinya seperti apa, karena ada hal-hal dan inovasi yang dilakukan dinas perpustakaan, tapi ia mengatakan agar itu ditunjukan, karena itu akan sangat berkorelasi dengan pencapaian RPJMD sesuai dengan visi/misi Gubernur
”Jadi mohon, untuk Data selama 5 tahun terakhir data pengunjung atau data penggunanya itu seperti apa, dan mayoritasnya siapa, misalnya apa mungkin ASN saja, atau mungkin Mahasiswa, atau mungkin Pelajar, karena ini sangat perluh bagi kami untuk mendapatkan data kondisi terkini diperpustakaan Sulawesi Utara,”sahut Inggried
Kembali ia mempertanyakan perihal seberapa pentingnya peranan dinas perpustakaan disaat ini, itu akan menjadi gambaran kongkrit yang ia pikir, kemudian apa inovasi yang telah dilakukan dinas perpustakaan, apalagi menurutnya ia dikomisi IV kurang lebih 10 tahun, dan dua periode ini dikomisi II, sekalipun ia tidak hafal tapi setidaknya inggried tau seperti apa program program dari dinas perpustakaan.
”Sehingga saya berharap jangan sampai seperti tahun tahun sebelumnya, seperti copy paste untuk program program, harus ada pembaharuan, harus ada terobosan dan inovasi, sehingga bisa meningkatkan minat baca dengan harapan memberikan wawasan untuk meningkatkan sumber daya manusia Harus ada target dan pencapaian seperti itu,”jelas Inggried
Sementara itu ditempat yang sama, ketua Pansus Louis Carl Shramm juga ikut menyoroti perihal Dinas Perpustakaan. ”Untuk kondisinya sangat memprihatinkan, kita pernah masuk didalam perpustakaan, dan sangat gemar membaca buku, tapi mencari buku yang ingin dibaca sudah tidak ada,”beber Schramm
Kembali ia mengungkapkan, Referensi buku yang ada berkisar tahun 2012 – 2015, sedangkan buku itu setiap hari ada perubahan, jadi ia memohon agar diperhatikan
”Kalo Dorang bilang peremajaan, buatlah gurp literasi masyarakat untuk mencintai membaca, sehingga dalam hal digital maupun buku secara fisik orang akan senang untuk membaca . Ini ketinggalan semua buku-buku disitu, setiap hari harus ada pembaharuan,”meletuk Ketua Pansus
Menanggapi apa yang disampaikan oleh Pimpinan Pansus Louis Carl Shramm dan Inggried Sondakh Kepala dinas perpustakaan Sulawesi Utara Teresia Tenden Sompie mengatakan.
”mengenai pertanyaan ibu inggrid, pertama kami memohon maaf sebab yang diberikan hanyalah dokumen berkas kerja dan hanya lampiran dari dokumen rensra 4.1 penjabarannya, namun sebenarnya apa yang dipertanyakan tadi sudah masuk dalam dokumen rensra dan mohon maaf tidak sempat diberikan,”jelas Teresia
Kemudian mengenai apa yang dikatakan oleh pak ketua Louis sebenarnya, untuk pengadaan buku sudah dari 2017, jadi kalo ada pengeluhan dari pak ketua mengenai tidak ada buku yang dicari itu sebenarnya sudah menjadi komplain dari masyarakat
”Maka dari itu, ini menjadi kebutuhan mendesak bagi dinas perpustakaan untuk mengadakan buku, baik fisik maupun digital, kita sebenarnya sudah mempunyai terobosan, ditahun 2019 kami mempunyai aplikasi Isulut namanya (Perpustakaan Digital), walaupun baru terbatas pada android dan belum berbasis website,”jawab Sompie dalam rapat pansus RPJMD tersebut .
(Candle)
