Komitmen CTI – CFF Terus Jaga Sumber Daya Hayati Laut dan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang

oleh -16 Dilihat
oleh

Pihak CTI -CFF saat konferesi Pers terkait kondisi terkini persoalan laut di 6 negara yang harus diseriusi pada saat media gathering Jumat (7/3/2025) di gedung CTI Kairagi Manado.

Manado, Infosulut.id – CTI-CFF adalah inisiatif multilateral yang dibentuk pada tahun 2009. Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi sumber daya hayati laut dan pesisir di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

Segitiga Terumbu Karang adalah ekosistem laut yang sangat beragam dan kompleks secara biologis. Kawasan ini membentang di beberapa bagian Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Christovel Rotinsulu CTI-CFF Deputy Executive Director For Program Services saat media gathering Jumat (7/3/2025) di gedung CTI Kairagi Manado menyampaikan, Sumber Daya Hayati Laut dan Pesisir di Kawasan Segitiga Terumbu Karang harus terus dijaga bersama.

“Kondisi ini butuh perhatian serius semua pemangku kepentingan untuk keselaman laut kita terutama potensi perikanan yang sangat berdampak pada perekonomian,” tandas Christovel Rotinsulu.

Ditegaskannya tugas utama CTI CFF adalah melestarikan Terumbu Karang. CTI-CFF berupaya melindungi dan melestarikan terumbu karang, yang merupakan ekosistem laut yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati dan perekonomian masyarakat pesisir agar bisa mengelola perikanan berkelanjutan, sehingga dapat memastikan keberlanjutan sumber daya ikan dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

“Kami CTI CFF juga berupaya meningkatkan ketahanan pangan, terutama bagi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada sumber daya laut. Sejumlah persoalan dan harus segera di atasi adalah kerusakan terumbu karang sebagai rumah bagi spesies laut,”kata dia.

Lanjut dia, saat ini sampah plastik juga jadi persoalan utama yang mengancam kedihupan bagi keberlangsungan karang itu sendiri

Sementara itu melalui Haung Cahyono CTI-CFF Regional secretariat Deputy Executive Director For Program Service mengungkapkan saat ini pihaknya fokus pada menyelesaikan isu terkait kawasan Konservasi, menyelamatkan spesis yang hampir punah serta Perikanan berkelanjutan.

“Intinya kita butuh dorongan dan suport publik terutama para pemangku kepentingan terkait upaya pelestarian terumbu karang dan perikanan dan pangan yang lebih baik,” pungkas Cahyono.