Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sulawesi Utara di Bitung, Selasa (23/6).(Foto:ist).
Bitung, Infosulut.id – Bank Indonesia (BI) melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 Ke-5 Pulau Wilayah Tertinggal Pakai KRI Selar-879.
Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sulawesi Utara berlangsung di Bitung, Selasa (23/06/2026).
ERB menyasar lima pulau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan kali ini melibatkan pemda dan TNI AL.
Kepala BI Sulut Joko Supratikto saat melepas tim ERB BI di Bitung menyampaikan, tim ERB akan mengunjungi Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas mulai 23 Juni sampai 29 Juni 2026.
“ERB kami lakukan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dalam jumlah yang cukup,” kata dia.
Lanjut dia, ini juga untuk memastikan rupiah memiliki kualitas terjaga dan tersebar merata di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sejak 2012 sudah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling atau ERB, yang bekerja sama dengan TNI AL dan sudah menjangkau 766 pulau 3T setanah air,”jelas dia.
Sementara itu melalui Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menyampaikan,
TNI Angkatan Laut komitmen mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan negara dan menjamin kehadiran layanan ekonomi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
“Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,”kata dia.
Dijelaskannya, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menjadi langkah strategis untuk memastikan negara tetap hadir hingga ke pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan.
“TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan wilayah negara, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Kolaborasi ini merupakan bukti nyata sinergi antar lembaga negara dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, tetapi juga simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara. Karena itu, keberadaan rupiah yang layak edar di wilayah perbatasan memiliki makna penting dalam memperkuat rasa kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan ERB Sulawesi Utara 2026, TNI AL mengerahkan KRI Selar-879 yang akan melayani masyarakat di Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas. Kapal perang tersebut akan menempuh rute pelayaran sejauh kurang lebih 1.049 mil laut dari Bitung menuju pulau-pulau tujuan sebelum kembali ke pangkalan.
Kata dia, Asops Kasal juga menginstruksikan seluruh prajurit KRI Selar-879 untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan pelayaran, serta memberikan dukungan dan pelayanan terbaik kepada tim Bank Indonesia selama pelaksanaan ekspedisi.
“Kegiatan ini bukan hanya membawa uang rupiah yang layak edar, tetapi juga membawa pesan kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia,” tuturnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di pulau-pulau tujuan, sekaligus memperkuat semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di wilayah perbatasan negara.(Kifli).
BI Lakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Ke-5 Pulau Wilayah Tertinggal Pakai KRI Selar-879
