Dari Bintauna, Gerakan Literasi Sulut Membuka Jendela Dunia

oleh -22 Dilihat
oleh

Bintauna, Infosulut.id – Semangat literasi kali ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bintauna, yang terjawab dalam sebuah kegiatan kampanye literasi yang digelar pada Kamis (23/4/2026).

Sosok muda inspiratif, Standius Bara Prima Lumbaa, yang tak lain adalah putera Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), tampil memimpin langsung gerakan bertajuk “Menjahit Harapan, Merajut Masa Depan”. Kegiatan ini dihadiri ratusan pelajar, tenaga pendidik, serta tokoh masyarakat setempat.

Bara, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pemuda Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), menjadi magnet tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Dengan gaya penyampaian santai namun penuh makna, ia berhasil membangkitkan semangat generasi muda untuk lebih peduli terhadap pentingnya literasi di tengah derasnya arus digital.

“Saya masih kagum dengan penyambutan yang luar biasa ini, yang tentu saja menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak menyebarkan semangat literasi,” ujar Bara di hadapan peserta.

Bara menyampaikan bahwa kampanye ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari misi besar untuk meningkatkan indeks literasi di Sulawesi Utara. Menurutnya, literasi menjadi kunci dalam membentuk generasi yang kritis dan cerdas dalam menyaring informasi.

Bara juga menyoroti tantangan di era algoritma digital, di mana informasi yang diterima masyarakat sering kali terbatas pada preferensi pribadi.

“Kita hidup di era algoritma. Apa yang kita suka, itu yang terus muncul. Di sinilah pentingnya literasi digital agar kita tidak mudah terjebak informasi menyesatkan,” tandasnya.

Selain itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak bergantung secara berlebihan pada teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

“Gunakan teknologi untuk membantu hidup, tapi jangan sampai kita ‘menuhankan’ teknologi. Tetap kritis dan bijak,” tambahnya.

Kampanye ini merupakan bagian dari program berkelanjutan PPLSU yang menyasar sekolah-sekolah di berbagai wilayah. SMA Negeri 1 Bintauna menjadi titik keempat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Utara turut memberikan apresiasi atas inisiatif yang digagas Bara bersama timnya. Ia menilai literasi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah.

“Literasi adalah kekuatan strategis. Investor tidak hanya melihat sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Daerah dengan masyarakat yang cerdas akan berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjadikan literasi sebagai gerakan kolektif.

Kegiatan ini turut dihadiri akademisi, komunitas literasi, tenaga pendidik, serta ratusan siswa yang mengikuti acara dengan penuh antusias.

Melalui gerakan ini, Bara kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak literasi anak muda di Sulut, mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya melek informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berdaya saing di era digital.

Sementara itu melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Boltara, Patra Kapiso S.Pd menyampaikan,
Satu hal yang perlu diapresiasi dari anak seorang Gubernur Yulius Selvanus Komaling, dia adalah Standius Bara Prima, M.I.Kom beliau lebih memilih Gerakan Litersai dari pada program lainnya.

“Ini adalah Gerakan Mulia bukan hanya menggugah hati masyarakat Nyiur Melambai tetapi masyarakat Indonesia bahkan Membuka Jendela Dunia, Kenapa tidak, kita sadar bawa menurut Data Unesco indonesia dibawah peringkat dari puluhan negara di dunia terkait dngn literasi bahkan indeks tingkat mebaca masyarakat indonesia 1 banding 1000 yang konsen atau serius membaca buku, kondisi ini menempatkan indonesia pada posisi dibawh terkait dengan penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM),”ujar Kapiso.

Lanjut dia, hadirnya Gerakan Kampanye Literasi melalui Putra Putri Literasi SULUT (PPLS) yang di nakhodai Mas Bara Prima menadai Masa Depan Para Generasi Muda Sulut akan lebih maju dan berkelanjutan.

“Berdasarkan Data terbaru tahun 2025/2026 Provinsi SULUT tercatat angka Melek Huruf tertinggi di indonesia mencapai 99, 8 % menurut BPS tahun 2025 tetapi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulut cenderung rendah, ini tugas kita sebagai guru, pimpinan satuan pendidikan khususnya di Kabupaten Boltara lebih digenjot lagi sebagi indikator penilaian kepada para kepesek dan guru², budayakan membaca 10 atau 15 menit sebelum memulai pembelajaran, aktifkan dan fungsikan perpustakaan, sekolah pojok baca, aktifkan kegiatan yang berorientasi literasi seperti lomaba mading, pelatihan jurnalis dll,”jelasnya.

Lanjutnya, yang lebih penting adalah guru harus menjadi contoh pada Gerakan Literasi Sekolah. Bagi siswa jadikan Buku sebagai temanmu sepanjang hayat, jangan jadi bosan karenanya, dengan.membaca buku adalah cara tercepat untuk menjelajahi dunia tanpa harus keluar dari Kamar.(Kifli).